BI Jabar Dorong Sukabumi Optimalkan Sektor Pertanian
Bank Indonesia (BI) Jabar melakukan safari pemulihan ekonomi daerah. Kali ini, lembaga bank sentral itu menyambangi Kabupaten Sukabumi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Bank Indonesia (BI) Jabar melakukan safari pemulihan ekonomi daerah. Kali ini, lembaga bank sentral itu menyambangi Kabupaten Sukabumi guna percepatan digitalisasi dan pengendalian inflasi.
Kepala BI Jabar Herawanto mengatakan, kendati Sukabumi bukan merupakan 7 kota indeks harga konsumen (IHK) yang menjadi kota perhitungan inflasi BPS Jabar namun daerah itu memiliki peran penting sebagai salah satu basis produksi pangan.
“Guna mendorong kinerja sisi supply dan mengoptimalkan momentum pemulihan ekonomi, secara umum Pemkab Sukabumi direkomendasikan melakukan penguatan aspek pengembangan ekonomi, pengendalian inflasi, serta digitalisasi ekonomi dan pembayaran,” kata Herawanto usai high level meeting dengan Pemkab Sukabumi, Selasa 12 Oktober 2021.
Baca Juga: Akselerasi Pemulihan Ekonomi Daerah, BI Jabar Genjot Digitalisasi Kota Depok
Lebih rinci, di sektor pertanian itu Herawanto menekankan khususnya produksi tanaman pangan dan hortikultura, peternakan, dan perikanan. Aksi yang bisa dilakukan yakni pengembangan komoditas yang dapat mendukung ketahanan pangan daerah dengan memperhatikan produk unggulan masyarakat, seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, dan sayuran.
Selain itu, mendorong pengembangan varietas unggul atau khusus seperti beras untuk target pasar khusus. Penggunaan teknologi pertanian terbaru seperti cold chain supply dan hidroponik pun diakuinya perlu terus dikembangkan. Pengembangan wirausaha agribisnis dan mendorong integrasi pada sektor industri pengolahan akan meningkatkan daya tawar sektor pertanian kepada generasi muda sehingga mendukung regenerasi petani.
Baca Juga: Kolaborasi BI Jabar Sokong UMKM
“Penguatan kapasitas petani/pelaku usaha, kelembagaan, serta membangun pola kemitraan yang produktif dan efisien juga harus segera dilakukan. Hal itu akan mendorong adopsi teknologi informasi dalam dunia agribisnis dari sisi produksi, pemasaran, dan manajemen usaha,” sebut Herawanto.
Herawanto menambahkan, optimasi kawasan Minapolitan yang berpotensi untuk menjadi sentra penghasil komoditas perikanan terbaik juga harus menjadi perhatian Pemkab Sukabumi. Integrasi dengan industri pengolahan perikanan juga penting terus dikembangkan.
Baca Juga: BI Jabar Pacu Produktivitas Padi Organik
Sementara itu, Bupati Sukabumi Marwan Hamami menyebutkan daerah yang dipimpinnya penyumbang ekonomi ke-9 di Jabar itu diakui sebagai salah satu basis produksi pangan Jabar. Pangsa ekonomi Kabupaten Sukabumi terhadap Jabar terhitung sebesar 3,18%. Selama 2020 kemarin, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukabumi terkontraksi sebesar -1,08% (yoy).***(dnr)
Editor : inilahkoran

