BI Rate Naik, BRI Yakinkan Masyarakat Tetap Bisa Miliki Rumah
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,75 persen pada Juni 2026, membuat sebagian calon pembeli rumah memilih menunda membeli properti.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,75 persen pada Juni 2026, membuat sebagian calon pembeli rumah memilih menunda keputusan membeli properti. Kekhawatiran akan potensi kenaikan cicilan di masa mendatang, mendorong masyarakat mengambil sikap wait and see.
Menanggapi kondisi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office 09 Bandung menghadirkan program kredit pemilikan rumah (KPR) suku bunga berjenjang sebagai solusi memberikan kepastian cicilan bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian.
Regional Consumer Banking Head BRI RO Bandung, Rindra Setyawan mengatakan, pihaknya memahami tantangan daya beli yang dihadapi masyarakat di tengah dinamika ekonomi dan perubahan suku bunga. Karena itu, BRI berupaya menghadirkan produk pembiayaan yang mampu memberikan rasa aman kepada nasabah.
"Kami memahami tantangan daya beli yang dihadapi masyarakat saat ini. Oleh karena itu, melalui program KPR suku bunga berjenjang. BRI memberikan kepastian arus kas bagi nasabah sejak awal masa pinjaman. Sehingga mereka dapat melakukan perencanaan keuangan jangka panjang, tanpa perlu cemas terhadap fluktuasi suku bunga pasar," kata
Rindra Setyawan, Jumat (3/7/2026).
Dijelaskannya, program KPR berjenjang tersebut menawarkan bunga tetap (fixed) sebesar 4 persen pada tiga tahun pertama baik tenor 15 tahun maupun 20 tahun. Setelah itu, suku bunga meningkat secara bertahap sesuai skema yang telah ditetapkan sehingga nasabah memiliki gambaran yang jelas mengenai besaran cicilan selama masa kredit.
Selain KPR berjenjang, BRI RO Bandung juga terus mendukung program pemerintah melalui penyaluran KPR fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Produk ini menawarkan bunga tetap 5 persen hingga 20 tahun, sehingga cicilan tetap stabil dan tidak terpengaruh perubahan kondisi ekonomi.
"Untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian berkualitas, BRI juga menjalin kerja sama dengan berbagai pengembang terpercaya di Bandung Raya. Pembiayaan KPR komersial difokuskan pada kawasan strategis seperti Kota Baru Parahyangan, Podomoro Park dan Summarecon Bandung yang memiliki prospek investasi jangka panjang," ucapnya.
Sambung Rindra, hingga Triwulan II 2026 portofolio bisnis konsumer BRI RO Bandung mencatat outstanding sebesar Rp19,3 triliun. Dari jumlah tersebut, pembiayaan commercial mortgage berkontribusi sebesar Rp3,8 triliun atau sekitar 20 persen. Sedangkan KPR FLPP mencapai Rp555 miliar atau sekitar 3 persen.
Melalui inovasi produk pembiayaan serta penyaluran kredit yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, pihaknya optimistis dapat menjaga pertumbuhan sektor properti sekaligus membantu masyarakat Jawa Barat mewujudkan impian memiliki rumah meski berada di tengah tantangan kenaikan suku bunga.***
Editor : JakaPermana

