BIJB dan PT JAS Jalin Kerja Sama Kargo 10 Tahun

Direktur Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Muhamad Singgih mengaku telah membuat kesepakatan dengan PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) terkait bisnis kargo e-commerce. Dia katakan, PT JAS

BIJB dan PT JAS Jalin Kerja Sama Kargo 10 Tahun
INILAH, Bandung-Direktur Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Muhamad Singgih mengaku telah membuat kesepakatan dengan PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) terkait bisnis kargo e-commerce. Dia katakan, PT JAS adalah pemenang lelang untuk cargo internasional.
 
Singgih sampaikan, terkait kargo e-commerce ini hanya tinggal proses implementasi saja, di mana pada April ini akan mulai berjalan.
 
"Mungkin awal Mei bersamaan dengan penerbangan internasional dan runway 3.000 dioperasikan," ujar Singgih kepada wartawan, Senin (18/3/2019).
 
Dia sampaikan, secara teknis  PT JAS akan mengelola gudang sesuai dengan yang ada dalam perjanjian kerja sama (PKS). Di mana gudang itu seluas 4.500 meter 
 
"Kan yang ada baru luasan 8 hektar dari 20 hektare. Nah yang sudah dibangun BIJB itu baru yang 4.500 meter. Jadi memang masih kecil," katanya.
 
Singgih sampaikan, BIJB memang memiliki keinginan menjalin kerjasama dengan pihak luar, namun belum dapat diwujudkan. Akhirnya, pihaknya membangun sendiri sesuai kemampuan. 
 
"Itu dibagi dua domestik dan internasional. Nah kalau untuk yang kerja sama dengan JAS sampai dengan 10 tahun," katanya.
 
Saat disinggung soal nilai kontrak, Singgih mengatakan, kerja sama yang dijalin menggunakan sistem revenue sharing atau bagi hasil dengan presentase yang tidak sama. 
 
"Tapi kalau di rata-ratakan antara 27 persen. Jadi kita dapat bagian dari mereka itu revenue sharing," katanya.
 
Sementara terkait peluang bisnis kargi, dia menilai secara study memiliki potensi. Sebab, sejauh ini produk-produk e commerce yang masuk ke Indonesia, paling banyak via Jakarta, Jabar dan Banten.
 
Mengingat 40 persen industri pengolahan nasional ada di Jabar, otomatis peluangnya sangat terbuka untuk produk masuk dan keluar. Tak terkecuali mengenai, produk sayuran, perikanan. 
 
"Contohnya saja produk perikanan yang ada di Pangandaran kan lewat Bandara Soekarno hatta. Kalau lewat Kertajati penerbangannya bisa dibuka ke Jepang jadi bisa lebih cepat lagi," katanya.
 
Maskapainya yang akan melayani kargo, kata dia, nantinya tergantung JAS yang sudah lama bergerak di bidang tersebut. Karena itu, menurutnya JAS akan menjadi mitra strategis. "Jadi kami tak perlu investasi," katanya.


Editor : inilahkoran