Bikin Keluarga Sejahtera, Begini Cara Wabup Cirebon Dorong Literasi Keuangan

Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam mendukung dan melindungi pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman (Jigus), Senin 5 Januari 2025.

Bikin Keluarga Sejahtera, Begini Cara Wabup Cirebon Dorong Literasi Keuangan
Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam mendukung dan melindungi pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman (Jigus), Senin 5 Januari 2025.

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam mendukung dan melindungi pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman (Jigus), Senin 5 Januari 2025.

Jigus mengatakan, peringatan Hari Migran Internasional menjadi momentum penting untuk memberikan perhatian lebih kepada para pekerja migran yang selama ini dikenal sebagai pejuang devisa negara.

“Pekerja Migran itu menjadi penggerak ekonomi daerah. Mereka adalah penghasil devisa yang tidak bisa dianggap sepele," akunya.

Ia menyebutkan, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 8.803 pekerja migran asal Kabupaten Cirebon akan diberangkatkan ke luar negeri. Jumlah tersebut dinilai memiliki dampak ekonomi yang besar bagi daerah.

“Tadi juga sudah dikalkulasikan, kalau misalkan satu orang rata-rata mengirim ke Cirebon sekitar Rp5 juta, berarti dikali sekitar 8.000 orang, uang yang berputar di Kabupaten Cirebon bisa mencapai sekitar Rp400 miliar sampai Rp500 miliar,” jelasnya.

Menurut Jigus, besarnya potensi perputaran uang tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cirebon.

Meski demikian, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah, terutama dalam hal pembinaan dan pendampingan bagi pekerja migran setelah kembali ke tanah air.

“Tapi masih ada PR daripada kami Kabupaten Cirebon. Harapannya nanti ada pelatihan atau pembinaan, terutama literasi keuangan, agar setelah mereka berangkat ke luar negeri, uang yang dihasilkan tidak habis begitu saja,” ujarnya.

Ia juga menyinggung jargon yang kerap muncul di tengah masyarakat terkait pekerja migran. Jargon berangkat jadi pekerja migran, pulang jadi juragan, harus bisa direalisasikan dan bukan hanya wacana. Harapannya setelah mereka berangkat, minimal bisa menyejahterakan keluarganya sendiri.

"Pakai pola hidup hemat tapi tidak pelit. Saya yakin semua pekerja Migran tidak pernah mau menjadi TKI seumur hidup. Untuk itu, jadikan sarana ini untuk mengumpulkan modal dan beriwirausaha di tempat asal," paparnya.***


Editor : JakaPermana