OJK Tasikmalaya Catat 29 Ribu Rekening Tabungan Pelajar, Total Simpanan Rp5,5 Miliar

OJK Tasikmalaya mencatat 29 ribu rekening tabungan pelajar dengan total Rp5,5 miliar. Literasi keuangan menyasar 44 ribu pelajar di Priangan Timur

OJK Tasikmalaya Catat 29 Ribu Rekening Tabungan Pelajar, Total Simpanan Rp5,5 Miliar
Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati

INILAHKORAN.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar melalui budaya menabung sejak usia sekolah.

Bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Priangan Timur dan sejumlah pemangku kepentingan, OJK Tasikmalaya mencatat sekitar 29 ribu rekening tabungan pelajar/anak telah dibuka sepanjang Juni 2025 hingga Agustus 2026.

Dari puluhan ribu rekening tersebut, total nominal tabungan yang terkumpul mencapai Rp5,5 miliar.

Capaian tersebut menjadi bagian dari rangkaian program edukasi dan inklusi keuangan yang menyasar pelajar di wilayah Priangan Timur. Dalam periode yang sama, tercatat sebanyak 438 kegiatan edukasi keuangan dengan jumlah peserta mencapai sekitar 44 ribu pelajar.

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengatakan, budaya menabung penting ditanamkan sejak usia sekolah seiring semakin luasnya akses masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan keuangan.

“Hari Indonesia Menabung bukan sekadar peringatan seremonial. Kita ingin menumbuhkan budaya menabung sekaligus membentuk kemampuan anak-anak dalam mengelola keuangan secara bijak sejak dini,” kata Nofa, Jumat (28/8/2026).

Menurut Nofa, kebiasaan menabung tidak hanya berkaitan dengan menyisihkan uang, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter anak.

“Menabung adalah latihan membangun karakter, karena di dalamnya anak belajar menunda keinginan, menentukan prioritas, merencanakan masa depan, dan menghargai proses,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan literasi keuangan (BLK) 2026 yang digelar di Kantor OJK Tasikmalaya, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” serta melibatkan OJK, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan tenaga pendidik.

Penguatan edukasi keuangan juga dilakukan melalui pelepasan mobil SiMOLEK (Sarana Informasi Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan) OJK bersama sembilan mobil edukasi dan kas keliling perbankan di wilayah Priangan Timur.

Mobil-mobil tersebut bergerak menuju sekolah binaan masing-masing untuk memberikan edukasi sekaligus mendekatkan akses layanan keuangan kepada pelajar.

Secara serentak, edukasi keuangan juga dilakukan oleh 29 industri jasa keuangan bank dan nonbank di wilayah Priangan Timur kepada 44 sekolah. Kegiatan tersebut menyasar lebih dari 4.000 siswa tingkat SD, SMP hingga SMA/sederajat.

Dalam kegiatan itu, OJK Tasikmalaya juga mengukuhkan 18 Penggerak Duta literasi keuangan Indonesia (OJK PEDULI) segmentasi prioritas pelajar tingkat SMA/SMK/MA sederajat di Kota Tasikmalaya dan sekitarnya.

Para duta tersebut merupakan pelajar binaan lembaga jasa keuangan yang berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya SMAN 1 Tasikmalaya, SMAN 5 Tasikmalaya, SMKN 1 Tasikmalaya, SMAN Plus Pesantren Amanah, SMAN 6 Tasikmalaya, SMK Plus YSB Suryalaya, SMAN 2 Tasikmalaya, SMAN 9 Tasikmalaya, SMK Bina Lestari PUI, dan SMA Al Muttaqin.

Nofa berharap para duta tersebut tidak hanya menjadi simbol program, tetapi juga mampu menjadi penggerak literasi keuangan di lingkungan sekolah.

“Kami berharap Duta literasi keuangan benar-benar menjadi penggerak di sekolahnya. Mereka harus mampu menjadi teladan dalam menabung dan mengelola keuangan, sekaligus mengajak teman sebaya untuk semakin cerdas menggunakan produk keuangan dan terhindar dari berbagai risiko keuangan,” ujarnya.

Ketua FKIJK Priangan Timur yang juga Pemimpin Bank BJB Cabang Tasikmalaya, Fina Petrina Ahmad, mengatakan industri jasa keuangan memiliki komitmen yang sama untuk memperluas edukasi dan akses keuangan kepada generasi muda.

“FKIJK Priangan Timur berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi bersama OJK dan seluruh pemangku kepentingan. Bagi kami, peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan tanggung jawab bersama,” kata Fina.

Menurut Fina, industri jasa keuangan tidak hanya ingin membuka akses layanan keuangan bagi pelajar, tetapi juga membangun kebiasaan keuangan yang sehat sejak usia sekolah.

“Kami ingin kehadiran industri jasa keuangan memberikan manfaat nyata, tidak hanya dengan membuka akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga membangun pemahaman dan kebiasaan keuangan yang sehat sejak usia sekolah,” ujarnya.

Melalui program Hari Indonesia Menabung dan Bulan literasi keuangan 2026, OJK Tasikmalaya bersama FKIJK Priangan Timur dan pemangku kepentingan lainnya berkomitmen memperluas edukasi serta akses keuangan bagi pelajar.

Upaya tersebut diarahkan untuk membentuk generasi muda yang cerdas, mandiri, dan bijak dalam mengelola keuangan sekaligus mampu melindungi diri dari berbagai risiko keuangan.


Editor : Ahmad Sayuti