91 Anggota Pramuka Tasikmalaya Dibekali Literasi Keuangan dan Bahaya Pinjol Ilegal

OJK Tasikmalaya bersama bank bjb Tasikmalaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda melalui edukasi keuangan 91 anggota Pramuka.

91 Anggota Pramuka Tasikmalaya Dibekali Literasi Keuangan dan Bahaya Pinjol Ilegal
Sebanyak 91 anggota Pramuka di SMPN 2 Tasikmalaya dan SMPN 1 Tasikmalaya diberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) Tasikmalaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda melalui edukasi keuangan kepada 91 anggota Pramuka.

Kegiatan tersebut digelar di SMPN 2 Tasikmalaya dan SMPN 1 Tasikmalaya beberapa hari lalu dalam rangka memperingati Hari Pramuka.

Edukasi diberikan sebagai upaya membekali pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam mengelola keuangan secara bijak. Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal yang kini semakin berkembang.

Tim Edukasi OJK Tasikmalaya, Nur Izmi dan Fyrda Farida, menyampaikan materi bertajuk “Edukasi Keuangan: Cerdas Keuangan dan Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal.”

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diajak memahami pentingnya membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia sekolah. Di antaranya dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, membuat anggaran sederhana, serta menyisihkan sebagian uang untuk ditabung.

Tim Edukasi OJK Tasikmalaya Nur Izmi mengatakan, nilai-nilai yang ditanamkan dalam kegiatan Pramuka juga relevan dengan pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sejak usia sekolah, penting bagi pelajar untuk bisa membedakan kebutuhan dan keinginan, membuat anggaran, serta menyisihkan uang untuk ditabung,” kata Nur Izmi, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi bekal bagi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak.

OJK juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpengaruh perilaku konsumtif yang dapat mendorong pengeluaran tidak terkendali. Beberapa di antaranya adalah Fear of Missing Out (FOMO), Fear of People's Opinion (FOPO), dan You Only Live Once (YOLO).

Pelajar didorong agar tidak mengambil keputusan keuangan hanya karena mengikuti tren, mengejar pengakuan dari lingkungan, maupun memenuhi kesenangan sesaat.

Selain pengelolaan keuangan, materi edukasi turut membahas perbedaan antara pinjaman daring legal dan pinjaman online ilegal. Peserta diperkenalkan pada ciri-ciri penyelenggara pinjaman daring yang legal sekaligus risiko yang dapat ditimbulkan dari layanan pinjaman online ilegal.

OJK juga memberikan pemahaman mengenai bahaya judi online, termasuk modus perjudian yang dikemas atau disamarkan dalam bentuk permainan maupun game online.

Melalui kegiatan tersebut, OJK Tasikmalaya berharap anggota Pramuka di SMPN 2 Tasikmalaya dan SMPN 1 Tasikmalaya tidak hanya memiliki karakter positif, tetapi juga mempunyai kecerdasan finansial serta mampu mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab sejak dini.


Editor : Doni Ramdhani