Bima Apresiasi Pencoblosan di Lapas Paledang, Berjalan Rapi dan Tertib
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengapresiasi pencoblosan di Lapas Kelas IIA Paledang Bogor yang berjalan rapi, tertib dan lancar. Tercatat sebanyak 539 warga binaan (WB) Lapas Paledang Kelas IIA Bogor
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengapresiasi pencoblosan di Lapas Kelas IIA Paledang Bogor yang berjalan rapi, tertib dan lancar. Tercatat sebanyak 539 warga binaan (WB) Lapas Paledang Kelas IIA Bogor memberikan hak suaranya di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 ini.
Di Lapas Paledang, terdapat tiga TPS, yakni TPS nomor 901 sebanyak 203 WB, TPS 902 sebanyak 195 WB dan TPS 903 dengan jumlah pemilih sebanyak 141 orang.
Bima mengatakan, pihaknya mengapresiasi Kepala Lapas Paledang Kelas IIA Bogor yang telah mengatur pelaksanaan pencoblosan dengan sangat baik. Terbukti, kemarin WB begitu antusias mencoblos dan semuanya mengantre dengan rapi dan tertib.
"Kemarin juga saya memonitor proses perhitungan suara dan kemudian muter ke beberapa titik untuk mengantisipasi jika ada masalah teknis," ungkap Bima kepada wartawan pada Kamis 15 Februari 2024.
Terpisah, Kepala Lapas Paledang Kelas IIA Bogor, Sopian mengatakan, total ada 539 WB yang mengikuti pemilu 2024 termasuk pihaknya melakukan jemput bola bagi tahanan yang ada di Polresta Bogor Kota sebanyak 79 orang.
"Tahanan di Polresta Bogor Kota ini difasilitasi hak suaranya dan hasilnya akan digabungkan dengan yang ada di Lapas Paledang Bogor," terangnya.
"Hal tersebut kami lakukan agar para warga binaan tetap mendapatkan hak sebagai warga negara untuk ikut menyukseskan Pemilu," tambahnya.
Sopian memaparkan, memang ada beberapa WB Lapas yang terkendala atau tidak bisa memilih. Hal ini dikarenakan situasi keluar masuknya warga binaan. Kesepakatan Lapas dengan Disdukcapil pendataan terakhir di tutup pada 7 Februari lalu.
"Sebelumnya ada beberapa yang diupayakan pindah ke Lapas, namun ternyata NIK- nya tidak bisa ditarik Disdukcapil. Jadi tidak bisa mendapatkan hak mencoblos karena tidak terdaftar di Disdukcapil sekalipun punya KTP," paparnya.
Sementara itu, salah satu WB Lapas Paledang Kelas IIA Bogor, Udin Karsudin (32) mengatakan, ia bersama WB lainnya antusias mengikuti pemilu 2024 sekalipun sedang berada di Lapas. Mengingat semua warga negara mempunyai hak untuk memberikan suaranya.
"Saya juga berharap mudah-mudahan terpilih pemimpin yang terbaik buat Indonesia dan ke depan kesejahteraan warga binaan lebih diperhatikan lagi," tuturnya. (Rizki Mauludi)
Editor : Ahmad Sayuti

