Bima Arya Awasi Ketat Pembangunan RSUD Kota Bogor

Wali Kota Bogor, Bima Arya siap memantai langsung pembangunan ruang perawatan 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor. Dia akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) setiap minggunya.

Bima Arya Awasi Ketat Pembangunan RSUD Kota Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor- Wali Kota Bogor, Bima Arya siap memantai langsung pembangunan ruang perawatan 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor. Dia akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) setiap minggunya.

Seperti diketahui, pembangunan ruang perawatan 3 RSUD Kota Bogor senilai Rp101 miliar mengalami pengurangan masa lama pengerjaan oleh pihak pembangun, setelah penandatanganan kontrak kerja baru dilakukan pada Selasa (18/6/2019) kemarin. 

Bima Arya menegaskan pembangunan harus dipercepat, diawasi dan diperhatikan. "Ya intinya, jangan sampai ada keterlambatan lah yah," ungkap Bima kepada INILAH pada Kamis (20/6/2019) siang WIB.

Bima melanjutkan, dirnya akan mengawasi bukan hanya sebulan sekali, tapi setiap minggu akan memonitor kegiatan pembangunan untuk pelayanan masyarakat Kota Bogor tersebut. "Setiap Minggu saya akan memonitor langsung. Kami akan maksimalkan," ujarnya.

Saat ditanyakan, penawaran harga yang cukup rendah dari pagi Rp101 miliar ditawar pembangun dengan nilai Rp89 miliar, Bima enggan berkomentar banyak, intinya pembangunan harus berlanjut.

"Bukan kewenangan saya lah itu. Sudah membuat pakta integritas pembangun," katanya.

Bima juga memaparkan, selain dirinya mengawasi langsung, mengawasi harus bersama-sama. Ada juga pendampinga dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor, pastinya mengawasi juga.

"Yang jelas, tahapan-tahapannya dievaluasi. Diawasi oleh adalbang ataupun Inspektorat yang mengawasinya. Dua instansi ini punya tugas khusus itu," tegasnya.

Sementara itu Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ)pada Setdakot Bogor, Henny Nurliani mengatakan, karena kontaknya mundur pada Selasa (18/6/2019) lalu, ada pengurangan sekitar lama pengerjaan sekitar 195 hari. Tetapi tidak masalah bagi pembangun, karena saat penawaran mereka menawarkan selesai pada 18 Desember 2019.

"Kalau ada keterlambatan atau mundur mereka pas di akhir Desember selesainya. Tidak akan lewat tahun anggaran," ungkapnya.

Henny menjelaskan, untuk pengawasan ada tim RSUD Kota Bogor tim teknisnya, dikawal TP4D bersama inspektorat. Pengawalan ketat, dimonitor terus.

"Kalau misal one prestasi, ada pakta integritas. Jadi aman lah," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : Bsafaat