Bima Arya Minta Penabrakan Nenek Aisyah Diusut Tuntas

Wali Kota Bogor Bima Arya meminta kasus kecelakaan motor gede (moge) yang menabrak salah seorang nenek warga Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor Siti Aisyah (52) dan cucunya AS (5) diusut tuntas. 

Bima Arya Minta Penabrakan Nenek Aisyah Diusut Tuntas
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya meminta kasus kecelakaan motor gede (moge) yang menabrak salah seorang nenek warga Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor Siti Aisyah (52) dan cucunya AS (5) diusut tuntas. 

Diketahui, korban Aisyah meninggal dunia sementara AS luka-luka dan masih dalam perawatan di Rumah Sakit (RS) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor.

Bima mengatakan, kalau soal tabrakan kan bisa dimana saja, setiap titik bisa menjadi lokasi kejadian kecelakaan atau lanlantas.

"Padahal seputaran sistem satu arah sudah dicanangkan jadi kawasan tertib lalulintas. Ya sudah dicanangkan itu," kata Bima kepada INILAH, Selasa (17/12/2019).

Bima mengaku, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengusut tuntas kecelakaan maut tersebut.

Sementara itu, Kepala Humas RS PMI Bogor Niken Kurniadika mengatakan, AS (5) masih menjalani perawatan di ruang Melati.

"Kondisi pasien hari ini membaik," ungkap Niken kepada wartawan.

Niken melanjutkan, luka yang diderita AS tidak parah. Dia hanya mengalami luka lecet di wajah. Sementara luka di kepala masih menunggu hasil CT scan. Namun demikian, AS mengalami gangguan psikis akibat insiden kecelakaan tersebut.

"Yang penting dari keluarga selalu mendampinginya supaya kondisi (psikisnya) tetap stabil,"  tambahnya.

Dia mengatakan, belum bisa memastikan kapan pasien diperbolehkan pulang, karena yang bisa menentukan hanya pihak dokter yang menanganinya.

"Kapan pulang, kondisinya bagaimana itu hanya dokter yang menanganinya," terangnya.

Sebelumnya, Sekjen Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Bogor Herry mengatakan, bahwa pelaku penabrakan nenek Aisyah bukan anggota HDCI maupun keluarga besar HDCI Bogor. Dirinya sudah melakukan pengecekan kepada anggota dan tidak ada nama pelaku penabrakan.

"Pelaku penabrakan nenek Aisyah merupakan pengendara perorangan yang tidak tergabung dalam HDCI Bogor. Pelaku sedang melintas di jalan Bogor saja, karena jalan Bogor ini area perlintasan," terangnya. (Rizki Mauludi)


Editor : Doni Ramdhani