Bima Arya Sampaikan Harapan Warga Terdampak Rel Ganda ke Pusat

Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan tiga harapan warga Kota Bogor yang terdampak rencana proyek pembangunan rel ganda jalur KA Bogor-Sukabumi. Ini dilakukan saat menemui Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Danto Restyawan di Kantor Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Jakarta pada Kamis (10/10/2019) sore.

Bima Arya Sampaikan Harapan Warga Terdampak Rel Ganda ke Pusat
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan tiga harapan warga Kota Bogor yang terdampak rencana proyek pembangunan rel ganda jalur KA Bogor-Sukabumi. Ini dilakukan saat menemui Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Danto Restyawan di Kantor Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Jakarta pada Kamis (10/10/2019) sore.

Bima mengatakan, harapan warga yang disampaikan yakni terkait nilai uang kerohiman bagi warga yang terdampak, toleransi batas waktu pengosongan, dan titik relokasi. Intinya, warga Kota Bogor sangat mendukung rencana proyek pembangunan rel ganda jalur tersebut. 

"Mereka sadar telah menempati yang bukan haknya. Namun harapan warga ingin mengetahui pertimbangan dan nilai kerohiman yang akan diterima, warga juga meminta toleransi untuk pengosongan jangan tujuh hari agar warga memiliki waktu yang cukup mencari tempat tinggal dan tidak kebingungan," kata Bima, Jumat (11/10/2019).

Dia melanjutkan, untuk relokasi tersebut Pemkot Bogor menyediakan lahan yang bisa digunakan sebagai penampungan para warga yang terdampak. Namun, diperlukan koordinasi dengan pihak lain untuk membangunnya.

"Ada 1.812 bidang tanah di Kecamatan Bogor Selatan dan 134 bidang di Bogor Tengah yang terdiri dari fasilitas umum dan fasilitas sosial yang akan terdampak dari rencana proyek ini. Untuk jumlah jiwa ada sekitar 3.000," tambahnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bogor Agus Suprapto mengatakan diperlukan adanya penanganan khusus terhadap tiga persimpangan dari 10 persimpangan yang ada di Kota Bogor, diantaranya Jalan Kapten Muslihat, di Empang BTM dan di Batutulis.

"Ini PR (pekerjaan rumah) yang cukup berat. Dari 10 simpang yang ada, ketiganya perlu prioritas mengingat dengan kondisi saat ini saja dampak kemacetannya cukup tinggi, apalagi jika sudah double track," ungkap Agus. (Rizki Mauludi)


Editor : Doni Ramdhani