Bima Lantik Direksi PD PPJ di Bawah Guyuran Hujan

Wali Kota Bogor Bima Arya melantik Direksi Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor periode 2019-2024 di halaman Plaza Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, dalam kondisi hujan deras, Senin (4

Bima Lantik Direksi PD PPJ di Bawah Guyuran Hujan
INILAH, Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya melantik Direksi Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor periode 2019-2024 di halaman Plaza Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, dalam kondisi hujan deras, Senin (4/2/2019).
 
Direksi PD PPJ yang dilantik, antara lain Muzakkir mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor menduduki jabatan Direktur Utama (Dirut), Jenal Abidin mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Pertanian Bogor (IPB) priode 2005-2006 sebelumnya menjabat Plt Direktur Umum (Dirum) menjadi Dirum definitif setelah mengikuti seleksi, dan Deni Ari Wibowo mantan Badan Pengawas (BP) PD PPJ pada jabatan Direktur Operasional (Dirops).
 
Bima Arya mengatakan, pelantikan yang dilakukan telah sesuai tahapan mulai seleksi adminitrasi hingga mengerucut menjadi tiga direksi.
 
"Saya minta direksi berani berpihak kepada kepentingan umum di atas segalanya," ungkapnya.
 
Bima menegaskan, dirinya meminta direksi harus solid dalam menjalankan roda perusahaan termasuk dengan pegawai. Selain itu, direksi harus dapat membangun komunikasi dengan semua pihak dan sinkron dengan program-program Pemkot Bogor.
 
"Saya berharap pelantikan yang berlangsung di tengah guyuran hujan deras menjadi petanda dari alam yang baik. Direksi yang baru dilantik harus melakukan pemetaan disesuaikan akselerasi penataan kawasan Pasar Bogor," tambahnya.
 
Bima mengaku, direksi baru telah menyampaikan rencana terkait penataan pedagang, tempat parker, dan plaza.
 
"Ini membutuhkan sinkronisasi yang luar biasa, harus klop perencanaan dan penganggarannya. Jangan sampai pedagang terbengkalai," terangnya.
 
Selain penataan Pasar Bogor, Bima juga menyebutkan tugas berat menanti direksi di pasar lainnya, seperti Sukasari, TU Kemang, Jambu Dua, Cumpok, dan Blok F Pasar Kebon Kembang. Artinya banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan. Disinggung soal kontrak kerja, Bima membenarkan ada kontrak kerja selama satu tahun antara Pemkot Bogor dengan direksi.
 
"Yah, ada kontrak kinerja satu tahun. Jika dirasakan tidak tepat akan mundur dan dicari pengganti yang baru disesuaikan dengan aturan," tegasnya.
 
Direktur Utama PD PD PPJ Muzzakir menegaskan, hal pertama yang dilakukan dirinya bersama jajaran direksi akan melaksanakan konsolidasi internal hingga membangun tim dengan memetakan persoalan yang ada.
 
"Tahap selanjutnya akan dicari solusi yang tepat. Intinya akan kita data ulang dua belas pasar yang ada dan harus dikelola dengan baik, mana yang perlu diremajakan atau direvitalisasi. Tahap awal kita coba usahakan, bagaimana caranya agar masyarakat mau berkunjung ke pasar dengan nyaman," ungkapnya.


Editor : inilahkoran