Bisa Bikin di Rumah! 3 Tips Rahasia Membuat Latte Art Instagramable Tanpa Ribet!
Siapa bilang latte art hanya bisa dibuat oleh barista profesional di kedai kopi? Dengan sedikit latihan dan trik yang tepat, kamu pun bisa menciptakan karya seni di atas secangkir kopi kesukaanmu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Siapa bilang Latte Art hanya bisa dibuat oleh barista profesional di kedai kopi?
Dengan sedikit latihan dan trik yang tepat, kamu pun bisa menciptakan karya seni di atas secangkir kopi kesukaanmu.
Yuk, simak 3 Tips rahasia untuk membuat Latte Art yang cantik dan menggugah selera, langsung dari dapur rumahmu!
- Susu Adalah Bintangnya!
Kunci utama Latte Art yang cantik adalah kualitas foam susu yang sempurna. Foam susu harus halus, lembut, dan memiliki tekstur yang creamy.
Untuk mendapatkan foam susu yang ideal, perhatikan beberapa hal berikut:
- Pilih susu yang tepat: Susu full cream dengan kandungan lemak sekitar 3,5% umumnya menghasilkan foam yang bagus.
- Suhu yang pas: Panaskan susu hingga mencapai suhu sekitar 60-65 derajat Celsius. Terlalu panas akan membuat protein susu rusak dan menghasilkan foam yang kasar.
- Teknik steaming: Saat menggunakan steam wand, pastikan ujungnya terendam dalam susu dan posisikan cangkir sedikit miring. Gerakkan cangkir secara perlahan untuk menciptakan vortex yang menarik udara ke dalam susu.
- Espresso yang Sempurna
Espresso yang berkualitas akan menjadi dasar Latte Art yang cantik. Espresso yang baik memiliki crema yang tebal dan berwarna cokelat keemasan.
Untuk mendapatkan espresso yang sempurna, pastikan kamu menggunakan biji kopi yang segar dan menggilingnya dengan tingkat kehalusan yang tepat.
- Teknik Menuang yang Tepat
Teknik menuang susu adalah bagian yang paling menantang dalam membuat Latte Art. Ada banyak pola Latte Art yang bisa kamu coba, mulai dari heart, tulip, hingga rosetta.
Namun, sebelum mencoba pola yang lebih rumit, sebaiknya kuasai dulu teknik dasar menuang susu.
- Tinggi tuangan: Posisikan pitcher susu sekitar 1-2 cm di atas permukaan espresso.
- Kecepatan tuangan: Mulailah dengan tuangan yang cepat dan stabil untuk menciptakan dasar pola. Kemudian, perlambat kecepatan tuangan untuk membentuk bagian atas pola.
- Gerakan pitcher: Gerakkan pitcher secara perlahan dan konsisten untuk menciptakan pola yang diinginkan.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

