BJB Dukung Program OSOA
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) membidik para pelajar menjadi nasabah. Pemimpin Divisi Corporate Secretary BJB M As’adi Budiman mengatakan, hal itu sesuai dengan dorongan aksesibilitas masyarakat terhadap pemanfaatan fasilitas yang dimiliki industri keuangan nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) membidik para pelajar menjadi nasabah. Pemimpin Divisi Corporate Secretary BJB M As’adi Budiman mengatakan, hal itu sesuai dengan dorongan aksesibilitas masyarakat terhadap pemanfaatan fasilitas yang dimiliki industri keuangan nasional.
Kali ini, bersama sejumlah lembaga lintas sektor pihaknya melakukan sosialisasi tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) yang diselenggarakan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jabar dan World Bank.
“Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan nyata perseroan dalam menyokong kesuksesan program OSOA (one student one account). Dengan program ini, diharapkan para pelajar memiliki rekening tabungan Simpel ebagai sarana untuk melatih kebiasaan menabung sejak dini,” kata As’adi di SDN 1 Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Rabu (18/12).
Menurutnya, BJB senantiasa menjadi mitra kolaborasi pemerintah yang menghendaki penetrasi literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat, khususnya pelajar sebagai calon generasi penerus bangsa di masa depan.
Pihaknya meyakini, apa yang terjadi pada generasi hari ini akan menentukan wajah masa depan Indonesia di masa depan. Program OSOA diakuinya bertujuan untuk mendorong kepemilikan rekening tabungan oleh seluruh pelajar Indonesia secara efektif.
As’adi menyebutkan, tujuan acara tersebut untuk membentuk generasi anak bangsa yang gemar menabung, cerdas, terampil, cinta Tanah Air, menghargai keberagaman, mandiri, mampu beradaptasi dengan lingkungannya, berwawasan luas dan berbudi pekerti luhur. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan adanya kerja sama dan keterlibatan antarsatuan pendidikan, keluarga dan masyarakat.
Dia menuturkan, dalam tabungan Simpel itu seorang anak sudah bisa memiliki buku tabungan dengan setoran awal senilai Rp5.000 dan tanpa biaya setiap bulannya. Nilai setoran selanjutnya malah terbilang lebih kecil lagi, hanya Rp1.000. Sesuai namanya, tabungan Simpel dibuat sesimpel mungkin agar anak-anak bisa menabung.
Sosialisasi tersebut dihadiri perwakilan Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jabar, perwakilan World Bank, CEO Regional III BJB, Manajer Konsumer BJB Kantor Cabang Sumber, serta Group Head Business Support Divisi Dana & Jasa Konsumer BJB Rachmat Romilda.
Sebelumnya, guna meningkatkan inklusi keuangan itu BJB menggelar Festival Literasi Keuangan 2019 yang fokus pada generasi milenial sebagai target utama. Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pengenalan lebih luas mengenai produk keuangan dari perbankan, asuransi, investasi, dan instrumen keuangan lainnya.
“Generasi muda memiliki peranan penting dalam menentukan wajah Indonesia di masa depan. Karena itu, sudah saatnya bagi generasi muda Indonesia untuk mengenal dan mengetahui lebih banyak peran serta beragam fasilitas dan produk industri jasa keuangan agar bisa memanfaatkannya secara maksimal,” kata Yuddy.
Menurutnya, saat ini dari total nasabah sebanyak 4 juta akun itu 50% di antaranya tergolong milenial. Dia meyakini, kini dari populasi sebanyak 50 juta jiwa di Jabar itu 70-80% di antaranya milenial.
“Potensi itu sebenarnya masih besar. Dari total pangsa pasar milenial itu, kita baru mendapatkan ceruk pasar sekitar 10-15%. Ke depan kita ingin pangsa pasar milenial itu bisa meningkat,” ucapnya.
Sedangkan, Direktur Information Technology, Treasury, dan International Banking BJB Rio Lanasier mengatakan pihaknya pun memberikan perhatian khusus kepada generasi milenial. BJB mendorong para generasi milenial menggunakan produk yang relatif cocok dengan segmentasi mereka yakni Tandamata SiMuda dan SiMuda Investasiku. (dnr)
Editor : Ghiok Riswoto

