BJB Fokus Digitalisasi Produk dan Layanan Perbankan
Di tengah perkembangan arus digitalisasi yang melaju semakin kencang, industri perbankan dituntut terus melakukan inovasi untuk merespons kebutuhan konsumen. Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi mengatakan, perubahan di berbagai lini kehidupan itu membuat konsumen produk dan jasa perbankan membutuhkan layanan transaksi keuangan yang serba mudah dan cepat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Di tengah perkembangan arus digitalisasi yang melaju semakin kencang, industri perbankan dituntut terus melakukan inovasi untuk merespons kebutuhan konsumen. Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi mengatakan, perubahan di berbagai lini kehidupan itu membuat konsumen produk dan jasa perbankan membutuhkan layanan transaksi keuangan yang serba mudah dan cepat.
“Kini BJB fokus pada tiga bisnis utama. Yakni, reposisi bisnis, reorganisasi, dan reengineering IT. Nantinya, digital banking ini akan menjadki segmen andalan kita. Kami sekarang ada penambahan direktur IT, Treasury dan International Banking yang sejalan konsentrasi kami ke depan meningkatkan layanan mobile banking,” kata Yuddy saat Analyst Meeting Triwulan II/2019 di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (25/7/2019).
Menurutnya, dengan reorganisasi layanan mobile banking itu pun diharapkan dapat menggenjot total nasabah yang kini terhitung sebanyak 4,5 juta nasabah. Selain itu, digitalisasi tersebut diharapkan menjadi penopang performance BJB ke depan. Sebagai keberpihakan, kini urusan digital banking itu ditingkatkan menjadi satu divisi khusus yang sebelumnya hanya sebuah unit bisnis.
“Kami meyakini di dalam setiap perubahan akan selalu ada peluang dan tantangan untuk dihadapi. BJB siap menghadapi tantangan-tantangan baru ini dan membuktikan bahwa BJB merupakan bank yang adaptif dan dinamis dalam merespon kebutuhan layanan transaksi nasabah,” ujar Yuddy.
Untuk itu, berbagai langkah strategis dilakukan untuk percepatan bisnis dan peningkatan layanan kepada nasabah. Dalam jangka pendek, pengembangan digitalisasi produk dan layanan yaitu melakukan akselerasi pembangunan beberapa produk dan layanan elektronik serta digital banking.
Sedangkan, Direktur IT, Treasury dan International Banking BJB Rio Lanasier akan mengembangkan dengan sejumlah konsep dan strategi yang dimiliki. Dia menyebutkan akan memperkuat dan merapikan infrastruktur dan meningkatkan utilisasi digital banking.
“Target saya, pada 6-8 bulan ke depan digitalisasi ini akan lebih baik. Pada saat itu pun kita akan memiliki omni channel,” ujar Rio seraya menyebutkan investasi ideal untuk perbaikan itu membutuhkan sekitar 10% dari annual profit.
Upaya itu sejalan dengan keinginan pemegang saham pengendali. Komisaris BJB Muhadi mengharapkan bank ini meningkatkan digitalisasi produk dan layanan perbankan.
“Selain itu, BJB juga diharapkan bisa lebih aktif ikut membangun daerah Jabar dan Banten,” tegasnya.
Editor : Doni Ramdhani

