BMKG Catat Curah Hujan Tinggi di Bandung Selama Januari 2026, Warga Diminta Waspada

Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan curah hujan selama Januari 2026 mencapai 120 milimeter dengan jumlah hari hujan sebanyak 28 hari.

BMKG Catat Curah Hujan Tinggi di Bandung Selama Januari 2026, Warga Diminta Waspada
BMKG memprakirakan cuaca di Bandung selama Januari 2026 didominasi hujan dengan curah tinggi selama 28 hari.

INILAHKORAN.ID  -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kondisi cuaca di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya sepanjang Januari 2026 didominasi oleh intensitas hujan yang tinggi. Data tersebut dihimpun oleh Stasiun Geofisika Bandung berdasarkan pengamatan meteorologis selama satu bulan penuh.

Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan curah hujan selama Januari 2026 mencapai 120 milimeter dengan jumlah hari hujan sebanyak 28 hari.

“Curah hujan yang tercatat selama Januari 2026 mencapai 120 milimeter dengan 28 hari hujan. Ini menunjukkan intensitas hujan yang cukup sering di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya,” ujar Teguh Rahayu dalam keterangannya.

Selain curah hujan, BMKG juga mencatat suhu udara maksimum absolut mencapai 33,0 derajat Celsius, sementara suhu minimum absolut tercatat 19,2 derajat Celsius. Adapun suhu rata-rata harian berada di angka 23,5 derajat Celsius.

“Untuk suhu udara, maksimum absolut tercatat 33,0 derajat Celsius dan minimum absolut 19,2 derajat Celsius, dengan suhu rata-rata 23,5 derajat Celsius,” jelasnya.

Dari sisi kelembapan udara, rata-rata tercatat sebesar 80 persen. Sementara itu, kecepatan angin rata-rata berada di angka 3,3 kilometer per jam, dengan kecepatan angin tertinggi mencapai 27,8 kilometer per jam. Arah angin terbanyak selama periode tersebut berasal dari arah barat.

BMKG juga mencatat tekanan udara rata-rata selama Januari 2026 berada di angka 924,2 milibar.

Dengan melihat tren cuaca tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam waktu mendatang. Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memicu banjir, genangan, serta tanah longsor yang dapat berdampak pada aktivitas harian dan transportasi.

“Mempertimbangkan peningkatan potensi hujan ke depan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem,” kata Teguh.

Sebagai langkah mitigasi, BMKG mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelancaran saluran drainase agar tidak tersumbat, serta rutin memantau informasi cuaca resmi yang dikeluarkan BMKG sebelum beraktivitas.

“Pantau terus informasi cuaca resmi dari BMKG agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitasnya dan mengurangi risiko akibat cuaca ekstrem,” tutupnya.


Editor : Ahmad Sayuti