Musim Hujan Ancam Pasokan Cabai dan Bawang Merah, DKPP Jabar Waspadai Lonjakan Harga

Ancaman kenaikan harga pangan di Jabar membayangi musim hujan. Pemprov Jabar mulai mewaspadai pasokan bawang merah dan aneka cabai yang rentan terganggu.

Musim Hujan Ancam Pasokan Cabai dan Bawang Merah, DKPP Jabar Waspadai Lonjakan Harga
Memasuki musim hujan, Pemprov Jabar memberikan atensi khusus pada komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai-cabaian. (dok)

INILAHKORAN.ID - Ancaman kenaikan harga pangan di Jabar membayangi musim hujan. Pemprov Jabar mulai mewaspadai pasokan bawang merah dan aneka cabai yang rentan terganggu, akibat tingginya curah hujan di daerah sentra produksi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar Linda Al Amin mengatakan, cuaca pada musim hujan berpotensi menghambat aktivitas panen hingga merusak hasil pertanian. Gangguan tersebut juga dapat berimbas pada distribusi dan kualitas komoditas yang dipasarkan ke masyarakat.

Kondisi itu menjadi perhatian karena harga bawang merah dan cabai mulai menunjukkan kecenderungan meningkat di tingkat konsumen.

"Memasuki musim hujan, Pemprov Jabar memberikan atensi khusus pada komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai-cabaian," kata Linda dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).

Di tengah potensi gangguan tersebut, kondisi pangan Jabar secara umum masih relatif terkendali. Hasil pemantauan DKPP Jabar menunjukkan, sebagian besar komoditas strategis memiliki pasokan yang cukup, meskipun pergerakan harga belum sepenuhnya stabil.

Harga daging ayam ras tercatat berkisar Rp35.500-Rp37.000 per kilogram, sedangkan telur ayam ras segar berada di kisaran Rp25.000 per kilogram. Adapun harga cabai merah besar dan cabai rawit justru mengalami penurunan cukup signifikan.

Sebaliknya, beras dan minyak goreng curah masih menghadapi tekanan kenaikan harga yang turut membayangi inflasi bulanan.

"Secara umum pasokan pangan di Jabar dalam kondisi aman dan harga relatif terkendali, meskipun ada fluktuasi pada beberapa komoditas strategis," ujar Linda.

Dari aspek ketersediaan, neraca pangan Jabar hingga Oktober masih mencatatkan surplus. Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan ketahanan stok seluruh komoditas.

DKPP Jabar mencatat, daging sapi atau kerbau serta minyak goreng berada dalam kategori waspada. Kedua komoditas tersebut memiliki ketergantungan terhadap pasokan dari luar Jawa Barat, sehingga kelancaran distribusi antardaerah menjadi faktor penentu ketersediaannya.

"Hal itu dikarenakan komoditas tersebut merupakan komoditas yang disuplai dari provinsi lain sehingga ketersediaannya tergantung dari pasokan luar Jabar," tutur Linda.

Dia melanjutkan, tantangan ketahanan pangan Jabar pada musim hujan tidak hanya berkaitan dengan potensi kenaikan harga akibat gangguan produksi hortikultura. Ketergantungan pasokan daging sapi, kerbau, dan minyak goreng dari luar daerah juga menjadi titik kerawanan yang perlu diantisipasi.

Pemantauan stok, perkembangan harga, serta kelancaran distribusi menjadi faktor penting agar gangguan cuaca tidak berkembang menjadi persoalan pasokan dan lonjakan harga pangan di Jabar.


Editor : Doni Ramdhani