Kenapa Alergi Makin Parah Saat Hujan? Ini Penyebab dan Solusinya

Sering bersin atau sesak saat hujan turun? Ternyata air hujan bisa memperparah alergi. Ketahui penyebab utama dan cara ampuh mengatasinya di sini.

Kenapa Alergi Makin Parah Saat Hujan? Ini Penyebab dan Solusinya
Alasan alergi makin parah saat hujan/ilustrasi magnific

INILAHKORAN.ID - Bagi sebagian orang, hujan membawa udara segar dan suasana yang menenangkan. Namun, bagi para penderita alergi, cuaca basah ini justru sering kali menjadi awal dari munculnya gejala seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, mata gatal, hingga sesak napas.

​Meskipun ada anggapan bahwa hujan bisa "cleansing" atau membersihkan udara dari debu, kenyataannya hujan juga dapat memicu dan memperparah reaksi alergi. Mengapa hal ini bisa terjadi? Mari simak penjelasannya secara lengkap.

​Mengapa Hujan Bisa Memperparah Alergi?

​Ada beberapa mekanisme biologis dan lingkungan yang menyebabkan alergi memburuk saat cuaca hujan:

​1. Serbuk Sari Pecah dan Menyebar (Pollen Bursting)

​Secara teori, tetesan air hujan memang bisa membawa serbuk sari (pollen) jatuh ke tanah. Namun, jika hujan turun disertai angin kencang atau petir, kelembapan dan tekanan udara dapat membuat butiran serbuk sari menyerap air lalu pecah menjadi partikel-partikel mikro yang jauh lebih kecil. Partikel halus ini sangat mudah terhirup dalam jumlah banyak dan masuk lebih dalam ke saluran pernapasan.

​2. Perkembangbiakan Jamur (Mold) Meningkat

​Jamur atau kapang menyukai lingkungan yang basah dan lembap. Selama dan setelah hujan, spora jamur luar ruangan maupun dalam ruangan dapat berkembang biak dengan sangat cepat. Ketika spora ini terhirup, tubuh penderita alergi jamur akan langsung merespons dengan reaksi peradangan.

​3. Tungau Debu (Dust Mites) Semakin Aktif

​Tungau debu sangat menyukai kelembapan tinggi. Saat hujan membuat udara di dalam rumah menjadi lembap, populasi tungau debu pada kasur, sofa, atau karpet dapat meningkat drastis, sehingga memicu gejala alergi bagi penghuni rumah.

​4. Lebih Banyak Menghabiskan Waktu di Dalam Ruangan

​Cuaca hujan memaksa orang bertahan di dalam rumah. Jika sirkulasi udara di dalam rumah kurang baik atau terdapat alergen seperti bulu hewan peliharaan, spora jamur, dan tungau debu, interaksi intensif di dalam ruangan basah ini justru memicu kekambuhan alergi yang lebih berat.

​Gejala Alergi yang Sering Muncul Saat Hujan

​Gejala yang dirasakan dapat bervariagejala ringan hingga sedang, antara lain:

​Bersin berulang kali dan hidung meler/tersumbat.

​Mata merah, gatal, atau berair.

​Tenggorokan gatal dan batuk kering.

​Sesak napas atau bunyi mengi (wheezing), terutama pada penderita asma alergi.

​Rasa lelah dan sakit kepala akibat tekanan pada sinus.

​Cara Mengatasi dan Mencegah Alergi Saat Hujan

​Agar aktivitas harian Anda tidak terganggu saat musim hujan, beberapa langkah pencegahan berikut bisa diterapkan:

​Gunakan Dehumidifier (Penurun Kelembapan): Jaga kelembapan udara di dalam rumah tetap di bawah 50% untuk mencegah berkembangnya jamur dan tungau debu.

​Tutup Jendela dan Pintu: Hindari membuka jendela saat hujan turun atau segera setelah badai berhenti untuk mencegah spora jamur dan partikel serbuk sari masuk ke dalam rumah.

​Pembersih Udara (Air Purifier): Gunakan air purifier yang dilengkapi filter HEPA untuk menyaring partikel alergen berukuran kecil di dalam ruangan.

​Jaga Kebersihan Rumah: Rutin cuci sprei dan sarung bantal dengan air panas seminggu sekali, serta bersihkan area yang berpotensi lembap seperti kamar mandi atau sudut atap yang bocor.

​Konsumsi Obat Alergi: Antihistamin bebas atau semprotan hidung kortikosteroid dapat membantu mengontrol gejala. Gunakan sesuai petunjuk dokter atau apoteker.


Editor : Firda Rachmawati