BMKG: Kemarau 2026 di Jawa Barat Bisa Lebih Panjang dari Biasanya

BMKG memprediksi puncak kemarau 2026 di Jawa Barat yang kemungkinan bisa lebih panjang.

BMKG: Kemarau 2026 di Jawa Barat Bisa Lebih Panjang dari Biasanya
BMKG Prediksi kemarau 2026 di Jawa Barat/Freepik

INILAHKORAN.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 di Jawa Barat akan datang lebih awal dan cenderung lebih kering dibandingkan kondisi normal.

Kepala BMKG Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa prediksi tersebut didasarkan pada analisis dinamika atmosfer serta pemodelan iklim menggunakan periode klimatologi normal 1991–2020.

Menurut Teguh, puncak musim kemarau di wilayah Jawa Barat diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dengan durasi musim kemarau berkisar 13 hingga 15 dasarian atau sekitar empat hingga lima bulan.

“Secara umum sebagian besar wilayah Jawa Barat diperkirakan mengalami sifat hujan di bawah normal. Bahkan durasi musim kemarau berpotensi lebih panjang dari kondisi rata-rata,” ujar Teguh.

BMKG mencatat sekitar 93 persen wilayah Jawa Barat diprediksi akan mengalami kondisi lebih kering dari biasanya, sementara sekitar 81 persen wilayah berpotensi menghadapi kemarau dengan durasi lebih lama.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan sejumlah dampak, mulai dari kekeringan meteorologis, berkurangnya pasokan air bersih, hingga gangguan terhadap sistem irigasi pertanian.

Selain itu, meningkatnya suhu udara dan minimnya curah hujan juga dapat memicu risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.

Karena itu, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini, seperti meningkatkan pengelolaan sumber daya air serta menyesuaikan kalender tanam di sektor pertanian.

Upaya mitigasi tersebut dinilai penting agar dampak musim kemarau yang lebih panjang pada 2026 dapat ditekan semaksimal mungkin.


Editor : Firda Rachmawati