BNPB: Korban Banjir Jabodetabek-Jabar-Banten Bertambah 43 Jiwa
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, korban banjir di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten bertambah menjadi 43 jiwa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, korban banjir di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten bertambah menjadi 43 jiwa.
"Hingga Jumat (3/1/2019) korban bertambah menjadi 43 jiwa. Korban terbanyak akibat terseret arus banjir dan tertimbun tanah longsor," kata Agus.
Agus mengatakan, korban meninggal dunia terbanyak di Kabupaten Bogor 16 orang. Disusul Kabupaten Lebak (8), Jakarta Timur (7), Kota Depok dan Kota Bekasi, masing-masing 3 orang, serta Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Kota Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Bekasi, masing-masing 1 orang.
Selain terseret arus banjir sebanyak 17 orang dan tertimbun tanah longsor sembilan orang, korban jiwa juga terjadi karena tersengat arus listrik 8 orang dan hipotermia 3 orang. Sebanyak 5 orang lainnya masih dalam pendataan dan 1 orang dilaporkan masih hilang.
Korban yang terseret arus banjir paling banyak berasal dari Kabupaten Bogor, 11 orang, Jakarta Timur (3), serta Jakarta Barat, Kota Bekasi, dan Kabupaten Lebak, masing-masing 1 orang.
Korban yang tertimbun tanah longsor berasal dari Kabupaten Lebak 4 orang, Kota Depok (3), Kabupaten Bekasi, dan Kota Bogor, masing-masing 1 orang.
Korban yang tersengat arus listrik berasal dari Kabupaten Lebak dan Kota Bekasi, masing-masing 2 orang serta Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, masing-masing 1 orang. (Antara)
Editor : Doni Ramdhani

