Bogor Bangga, Putri Terbaik Mereka Raih Emas Pertama untuk Indonesia

INILAH, Jakarta ?" Defia Rosmaniar merebut medali emas pertama untuk kontingen Indonesia pada ajang Asian Games 2019. Banjir ucapan selamat pun mendat

Bogor Bangga, Putri Terbaik Mereka Raih Emas Pertama untuk Indonesia

Bandung, Inilahkoran.ID - Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung diproyeksikan akan kembali beroperasi penuh antara Juli hingga September 2026. Sebanyak delapan destinasi penerbangan awal telah disiapkan untuk melayani masyarakat setelah bandara tersebut dibuka kembali.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan rencana pengoperasian ini merupakan hasil kesepahaman dengan pemerintah pusat, meskipun keputusan akhir terkait jadwal operasional berada di tangan Kementerian Perhubungan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berkoordinasi dan mempersiapkan berbagai kebutuhan pendukung.

<h2>Delapan Destinasi Unggulan</h2>
Delapan rute penerbangan yang disiapkan mencakup destinasi populer dan strategis di Indonesia. Rute-rute tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas Bandung dengan berbagai wilayah.

“Rute yang sudah masuk dalam proyeksi awal ada delapan. Mulai dari Denpasar, Balikpapan, Medan, Pontianak, Makassar, Batam, Padang hingga Pekanbaru. Kami berharap, seluruh tujuan tersebut dapat segera melayani masyarakat setelah bandara kembali dibuka,” kata Farhan, Selasa (7/7/2026).

Farhan menambahkan, pemerintah pusat bersama sejumlah pihak terkait telah sepakat mengenai rencana pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara. Jadwal pengoperasian diperkirakan berlangsung dalam rentang Juli hingga September 2026, sambil menunggu keputusan resmi dari pihak berwenang.

“Pembahasan dengan pemerintah pusat sudah berjalan, dan ada kesepahaman untuk mengoperasikan kembali bandara pada periode Juli, Agustus atau September. Saat ini kami masih menunggu keputusan final dari pihak yang memiliki kewenangan,” ucapnya.

<h2>Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi</h2>
Pemkot Bandung tidak hanya fokus pada rute penerbangan, tetapi juga melakukan pembenahan fasilitas pendukung di sekitar kawasan bandara. Ini termasuk perbaikan jalan, saluran drainase, penerangan jalan umum (PJU), marka jalan, dan pemangkasan pohon untuk memastikan akses menuju bandara lebih nyaman dan aman.

Sebagian besar pekerjaan infrastruktur pendukung dari sisi luar bandara diklaim Farhan telah rampung. Namun, ada beberapa aspek yang masih dalam tahap pematangan, terutama terkait pengaturan kendaraan dan sistem pelayanan transportasi bagi penumpang.

“Persiapan dari sisi lingkungan sekitar bandara sudah hampir seluruhnya selesai. Yang masih kami matangkan adalah pengelolaan parkir, termasuk pengaturan kendaraan taksi dan pola transportasi yang nantinya digunakan masyarakat,” ujar dia.

Lebih lanjut, kawasan bandara tidak akan menjadi jalur masuk bagi angkutan umum massal seperti angkot atau bus. Pemkot Bandung saat ini tengah mengkaji kemungkinan penyediaan layanan *shuttle* sebagai alternatif transportasi bagi penumpang menuju area bandara. Pengaktifan kembali bandara ini diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat Bandung.


Editor : inilahkoran