INILAH, Bogor- Sebuah studi menunjukkan Kabupaten Bogor jadi daerah energi baru terbarukan terkaya di Tanah Air. Dari geothermal, uranium, hingga air.
Ini saran anggota Komisi VII DPR RI Nawafie Saleh kepada Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Kementerian itu diminta memaksimalkan potensi energi baru terbarukan yang dimiliki Bumi Tegar Beriman.
Hasil kajian mahasiswa maupun civitas Insitut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan bahwa Kabupaten Bogor kaya akan energi baru terbarukan, yaitu energi panas bumi (geothermal), uranium dan air.
“Saya pernah mengikuti seminar energi geothermal di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan ternyata energi baru terbarukan tersebut potensi terbesarnya ada di wilayah
Kabupaten Bogor, tepatnya di Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango. Karena itu, ke depan saya minta energi baru terbarukan ini bisa dimanfaatkan oleh Kementerian ESDM,” ucap Nawafie kepada wartawan, Kamis (21/3).
Politisi senior Partai Golkar ini menerangkan energi geothermal ini sudah dikelola oleh Star Energi Geothermal Ltd dan masuk dalam kategori ramah lingkungan. Ia pun menginginkan energi geothermal yang ada bisa segera dimanfaatkan.
“Kita bisa contoh pengelolaan energi geothermal yang ramah lingkungan seperti yang dilakukan oleh Star Energi Geothermal Ltd dan kita bisa melakukan hal yang sama di Gunung Gede Pangrango,” terangnya.
Nawafie menjelaskan khusus untuk kawasan Gunung Salak Endah, tepatnya di Gunung Menir yang lokasi persisnya berada di lima desa di Kecamatan Pamijahan, ternyata punya kandungan uranium.
“Ternyata di Gunung Menir Pamijahan itu ada kandungan uranium hingga ini bisa kita kembangkan menjadi pembangkit listrik beradaya puluhan megawatt. Dengan adanya pembangkit listrik yang bersumber dari energi geothermal, uranium dan air maka saya yakin pasokan listrik itu tidak hanya bisa menerangi seluruh daerah di Kabupaten Bogor tetapi juga daerah sekitarnya,” jelas Nawafie.
Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM Harris melanjutkan kementeriannya hingga tahun 2025 menargetkan dari seluruh pembangkit listrik 23 persennya merupakan energi baru terbarukan.
“Jika di Kabupaten Bogor punya potensi energi panas bumi, uranium dan air maka itu membantu kami untuk mencapai target 23 persen dari total jumlah pembangkit listrik bersumber dari energi baru terbarukan,” lanjut Harris.
Pria berkaca mata ini menambahkan secara nasional jika seluruh potensi energi baru terbarukan dimaksimalkan maka Indonesia akan terang benderang karena energi tersebut bisa menghasilkan 450 Megawatt.