Bogor Segera Miliki Pengolahan Sampah Plastik Jadi Biodisel

Wali Kota Bogor Bima Arya dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggandeng CEO Plastic Energy Inggris Carlos Monreal untuk membangun pengolahan sampah plastik menjadi biodiesel di Bogor pada awal 2020. Pembangunan proyek ini berada di TPA Galuga dengan luas lahan 10 hektare, nilai investasi mencapai 45 juta dollar Amerika atau Rp630 miliar.

Bogor Segera Miliki Pengolahan Sampah Plastik Jadi Biodisel
Foto: Istimewa

INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggandeng CEO Plastic Energy Inggris Carlos Monreal untuk membangun pengolahan sampah plastik menjadi biodiesel di Bogor pada awal 2020. Pembangunan proyek ini berada di TPA Galuga dengan luas lahan 10 hektare, nilai investasi mencapai 45 juta dollar Amerika atau Rp630 miliar.

Nantinya, 100 ton plastik akan dipilah dari 1.000 ton sampah per hari di Galuga tanpa ada biaya timbang sampah atau tipping fee bagi Pemkot Bogor.

"Pembangunan ini akan sangat membantu program pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah ramah lingkungan. Diharapkan dapat membantu menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga lokal di sekitar TPA Galuga," ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/7/2019) sore.

Bima melanjutkan, program ini merupakan yang pertama di Asia Tenggara yang telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

"Pemkot Bogor berkewajiban untuk menyiapkan segala perizinannya, termasuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya pemilahan sampah rumah tangga," tambahnya.

Bima melanjutkan, Kota Bogor dipercaya sebagai yang pertama di Indonesia untuk kerja sama ini karena dinilai komitmen dalam pengurangan sampah plastik. 

"Saya berharap ini bisa berjalan dan berhasil mengurangi sampah yang ada di Kota Bogor," ungkap Bima.

Menurutnya, produksi sampah di Kota Bogor ada di angka 650 ton per hari. Sekitar 13 persen di antaranya merupakan sampah plastik. 

"Kami menyambut baik. Bagi kami, bukan hanya sekedar mengurangi penggunaan kantong plastik, tapi yang sudah menjadi sampah pun akan kami olah juga menjadi energi yang bernilai ekonomi. Tidak hanya di hulunya saja, kami akan olah juga di hilirnya," jelas dia.

Bima menambahkan, sebetulnya tawaran kerja sama juga datang dari Jepang dan Korea, namun investor asal Inggris yakni Plastic Energy, lebih siap dan tidak berbelit untuk merealisasikannya.

"Kami diminta untuk menyediakan lahan saja. Sebelumnya juga ada tawaran dari Jepang dan Korea, tapi rasanya ini yang paling visibel, karena kebutuhan lahannya tidak terlalu besar dan mereka cenderung lebih siap," bebernya.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Wali Kota Bogor Bima Arya berkoordinasi dengan Bupati Bogor Ade Munawaroh untuk persiapan dan pelaksanaan pembangunan pengolahan sampah plastik menjadi biodiesel. (Rizki Mauludi)


Editor : DeryFG