Bogor Tagih BBWS Citarum Jelaskan Review DED Waduk Cibeet dan Cijuray

Pemkab Bogor menunggu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk menjelaskan rencana review detail engineering design (DED) Waduk Cibeet dan Waduk Cijuray.

Bogor Tagih BBWS Citarum Jelaskan Review DED Waduk Cibeet dan Cijuray
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cariu - Pemkab Bogor menunggu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk menjelaskan rencana review detail engineering design (DED) Waduk Cibeet dan Waduk Cijuray.

Hal ini agar Pemkab Bogor bisa mensosialisasikan program kerja BBWS Citarum atau Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  hingga tidak ada penolakan  dari masyarakat setempat.

"Kami sebenarnya pekan kemarin mengundang BBWS Citarum, namun karena mereka sibuk baru pekan ini mereka bisa ikut rapat di Kabupaten Bogor untuk menjelaskan review DED Waduk Cibeet dan Waduk Cijuray," ucap Lestya Irmawati, Kabid Insfrastruktur dan Pengembangan Wilayah Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Kabupaten Bogor, Senin (10/2/2020).

Wanita berkaca mata ini menambahkan, secara prinsip Waduk Cibeet berfungsi untuk menanggulangi banjir di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi. Sedangkan, Waduk Cijuray berfungsi untuk irigasi petani yang ada di wilayah Cariu, Tanjungsari, dan Jonggol. 

"Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) awalnya hanya mau membangun Waduk Cibeet namun ada penolakan dari masyarakat Cariu dan Tanjungsari, dan agar mendapat persetujuan maka mereka pun mengabulkan permintaan petani yaitu pada saat yang sama juga  membangun Waduk Cijuray," tambahnya.

Camat Tanjungsari Sutisna menjelaskan, untuk membangun Waduk Cibeet maka luas lahan yang akan dibebaskan pemerintah pusat seluas 1.000 hektare. Sementara, Waduk Cijuray nantinya hanya memiliki luas 70 hektare.

"Karena fungsinya untuk menanggulangi bencana banjir di dua kabupaten maka luas areal bendungannya pun bisa mencapai ratusan hektare atau luas keseluruhannya mencapai 1.000 hektare," jelas Sutisna.

Kepala Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor Siti Nuriyanti  melanjutkan, dengan pembangunan Waduk Cijuray yang luasnya mencapai 70 hektare maka akan menjadi solusi konkret permasalahan kekeringan di setiap musim kemarau karena bisa mengairi 150 ribu hektare sawah tadah hujan.

"Sawah di wilayah Cariu, Tanjungsari, dan Jonggol kebanyakan tadah hujan hingga dengan adanya Waduk Cijuray bisa meningkatkan masa tanam hingga bisa meningkatkan produksi berasnya. Dari lebih 40 ribu hektare sawah di Bumi Tegar Beriman 30,5% di antaranya merupakan sawah tadah hujan dan didominasi sawah yang berada di wilayah timur hingga kita butuh perhatian pemerintah pusat agar Kabupaten Bogor bisa menuju daerah yang swasembada beras," lanjutnya. (Reza Zurifwan)


Editor : Doni Ramdhani