Komersialisasi Lanud Atang Sanjaya, DPRD Kabupaten Bogor Minta Pelebaran Jalan
Sebelum mengomersialisasi Lanud Atang Sandjaya, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Permadi Dalung meminta pemerintahan kabupaten, Pemprov Jabar, dan pemerintah pusat membenahi sarana insfrastruktur jalan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Kemang - Sebelum mengomersialisasi Lanud Atang Sandjaya, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Permadi Dalung meminta pemerintahan kabupaten, Pemprov Jabar, dan pemerintah pusat membenahi sarana insfrastruktur jalan.
Hal itu kudu dilakukan agar ketika Lanud Atang Sanjaya sudah berstatus komersial tidak berdampak negatif terhadap meningkatnya kepadatan lalu lintas di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor.
Kepada wartawan, Dalung menuturkan dirinya menyetujui apabila Lanud Atang Sanjaya akan dikomersialisasi menjadi bandara publik.
"Kalau hasil kajiannya mendukung, lalu pemerintah pusat setuju membiayai pembangunan rehabilitasi Bandara Udara Lanud Atang Sanjaya, Saya tentunya setuju tetapi insfrastruktur jalannnya harys diperlebar atau diperbaiki lagi agar jalan menuju Kota, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kabupaten Lebak ataupun Kota Tanggerang Selatan tidak mengalami kemacetan," tutur Dalung kepada wartawan, Kamis (30/1/2020).
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menerangkan, eksisting Jalan Raya Semplak, Jalan Raya Parung, Jalan KH Muhammad Nuh, Jalan Raya Kemang-Rancabungur maupun Jalan Raya Dramaga-Leuwiliang saat ini kondisinya macet walaupun Lanud Atang Sanjaya belum dikomersialisasi.
"Karena eksisting jalan-jalan raya di atas saat ini sudah kerap macet, maka harus ada pelebaran jalan. Pemerintah daerah, Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat harus melebarkan atau meningkatkan kualitas jalan yang menuju Bandara Udara Lanud Atang Sanjaya tersebut agar tidak menambah persoalan kemacetan lalu lintas," terangnya.
Berdasarkan data yang dihimpun INILAH dari Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor, komersialisasi Lanud Atang Sanjaya sudah sangat layak karena menguntungkan secara ekonomis karena setiap hari ribuan warga Kabupaten dan Kota Bogor yang kerap menggunakan jasa penerbangan baik melalui Bandara Halim Perdana Kisuma maupun Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Saat ini, pemerintah pusat atau Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) pun sedang membangun Jalan Tol Lingkat Bogor atau Bogor Outing Ring Road (BORR) mulai dari Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor menuju Dramaga, Kabupaten Bogor.
Untuk menyangga rencana komersialisasi Bandara Udara Lanud Atang Sanjaya, pemerintah daerah maupun Provinsi Jawa Barat pun sedang merencanakan pembangunan terminal type B yaitu Terminal Dramaga.
Selain mode transportasi bus, dari segi mode transportasi kereta api atau kereta rangkaian listrik (KRL) Commuter Line juga mendukung dimana selain kereta jurusan Jakarta-Bogor, juga ada jurusan Bogor-Sukabumi, dan Bogor-Rangkas Bitung.
Tak jauh dari Kecamatan Kemang, tepatnya di Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede. Pemkab Bogor sedang mengusulkan pembangunan transit of development (TOD) dan juga pembangunan Jalan Raya Bojonggede-Kemang.
Dari segi fasilitas kesehatan, selain sudah ada RS Angkatan Udara dr Hasan Toto di sekitarnya juga ada RS Medika Dramaga, RSUD Kota Bogor dan juga akan dibangun RSUD Bogor Utara.
Dari segi fasilitas hotel, Selain Hotel Dramaga Cantik yang tak jauh dari Lanud Atang Sanjaya, penumpang pesawat komersil pun bisa memilih menginap di hotel-hotel yang ada di Kota Bogor karena jarak Kelurahan Semplak, Kemang menuju Kota Bogor terbilang dekat. (Reza Zurifwan)
Editor : Doni Ramdhani

