Alhamdulillah... Korban Bencana Tanah Longsor di Rumpin Dapatkan Ganti Untung
Warga korban bencana tanah longsor di Kampung Ciater Desa Cipinang, Rumpin, Kabupaten Bogor kini tidak was-was. Mereka bisa bangkit kembali.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Rumpin - Warga korban bencana tanah longsor di Kampung Ciater Desa Cipinang, Rumpin, Kabupaten Bogor kini sudah tidak was-was.
Mereka bisa bangkit dan mulai melanjutkan kehidupan maupun usahanya. Sebab, tempat usaha maupun rumahnya kini sudah dibangun kembali. Semua ongkosnya ditalangi PT Batu Sampurna Makmur (BSM).
"Alhamdulillah, sejak tempat usaha saya bangun kembali dengan anggaran dari PT BSM, tidak ada lagi rasa was-was karena khawatir menjadi korban bencana tanah longsor. Saya kemarin hanya mengalami kerugian bangunan dan lahan, karena sebelum ambruk, peralatan usaha kusen saya sudah diamankan ke lokasi penampungan sementara," ucap Ferry Setiawan (50) warga Kampung Ciater RT 01 RW 09 kepada wartawan, Selasa 19 Oktober 2021.
Ayah tiga orang anak ini menambahkan bahwa dalam prosesnya, warga yang terdampak bencana tanah longsor sudah mendapatkan ganti untung. Dimana, luas lahan rata-rata dilebihkan PT BSM.
"Luas lahan maupun bangunan dilebihkan sedikit oleh pihak PT BSM. Kebetulan perusahaan tambang batu andesit tersebut memiliki lahan tak jauh dari tempat usaha saya sebelumnya. Di lahan saat ini juga sudah dipastikan aman dari potensi risiko serupa," tambahnya.
Sedangkan, Jaenal Abidin (51) pengusaha toko bangunan juga menuturkan mendapatkan ganti untung dari pihak PT BSM. Pencairan ganti untung itu juga terbilang relatif cepat.
"Proses tukar guling lahan atau relokasi berlangsung cepat, lalu PT BSM menyediakan semua bahan baku bangunan yang saya inginkan sesuai dengan spesifikasi bangunan yang lama. Alhamdulillah, luas lahan dan bangunan dilebihkan dari sebelumnya," tutur Jaenal.
Baca Juga: Longsor di Rumpin, Komisi VII DPR RI Bakal Panggil PT BSM untuk Bertanggung Jawab
Samsudin (52), warga Kampung Ciater lainnya yang saat ini sedang membangun rumahnya mengaku terpaksa melanggar adat kampungnya, yaitu membangun rumah pada bulan Maulud.
"Sudah gak betah di rumah kontrakan, jadi terpaksa saya melanggar adat. Yang terpenting, saya membangun rumah ini sesuai takaran, misalnya diatur adukan pasir dan semennya, lalu bahan baku materialnya juga baik hingga Insyaallah tahan lama," ungkap Samsudin.
Dia mengaku, di waktu pagi hari saat terbangun rumahnya bergeser tiba-tiba lalu ambruk tak lama kemudian. Ayah empat orang anak ini pun mengalami kerugian materil yang cukup besar karena rusaknya barang-barang perabotan rumah tangga.
Baca Juga: Longsor di Rumpin, Komisi VII DPR RI Bakal Panggil PT BSM untuk Bertanggung Jawab
"Kerugian karena barang-barang perabotan rumah tangga rusak dan terbawa tanah longsor sedalam puluhan meter juga sudah diganti oleh PT BSM, dari proses relokasi hingga terbangun rumah, Alhamdulillah sudah ditanggung," sambungnya.
Sementara itu, Kabag Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Bogor Budi Cahya Wiryadi sebelumnya menjelaskan proses pembangunan rumah warga terdampak bencana tanah longsor sempat terkendala negoisasi tempat dan juga adanya tradisi budaya di Kecamatan Rumpin. Saat bulan Maulud, tradisi kampung itu melarang adanya pembangunan rumah.
Baca Juga: Longsor di Rumpin karena Pengawasan Usaha Tambang Lemah, Ade Yasin Bakal Lakukan Ini
"Saat ini, pembangunan 6 unit rumah pengganti hampir tuntas dan akan dilanjutkan lagi setelah bulan Maulud. Mudah-mudahan sebagian rumah-rumah yang lagi berproses pembangunannya, dalam waktu dekat bisa dihuni lagi oleh warga hingga mereka tidak lagi tinggal di rumah kontrakan atau sanak saudaranya," jelas Budi.***(reza zurifwan)
Editor : inilahkoran


