INILAHKORAN- Setelah sosialisasi Pemanfaatan Peta Nilai Bidang Tanah yang dirangkai rapat koordinasi PTSL Kota Bogor Tahun 2022, Kantor Pertanahan (Kantah) ATR/BPN Kota Bogor mentargetkan 12 ribu bidang tanah bersertifikat ditahun 2022.
Diketahui kegiatan sosialisasi Pemanfaatan Peta Nilai Bidang Tanah yang dirangkai rapat koordinasi PTSL Kota Bogor Tahun 2022 dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Bogor, Adi Novan, para camat dan lurah SeKota Bogor pada di The Sahira Hotel, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada Senin (20/12/2021) lalu.
Kepala Kantah ATR/BPN Kota Bogor, Rahmat menyebutkan, terkait PTSL Kota Bogor Tahun 2021 menyisakan sedikit dan tinggal proses penyerahan. Diakuinya, untuk kendala sejauh ini lebih dikarenakan sengketa sehingga tidak boleh diterbitkan.
"Untuk tahun 2022 ditargetkan sebanyak 12 ribu bidang tanah dan datanya sudah lengkap, sehingga diharapkan Kota Bogor satu-satunya menjadi terdata dan terdaftar secara keseluruhan," ungkap Rahmat kepada wartawan di Kantor ATR/BPN, Kecamatan Tanah Sareal pada Rabu (22/12/2021) siang.
Rahmat melanjutkan, dalam pertemuan kemarin disampaikan, Kota Bogor telah memiliki 94 persen peta lengkap dari 68 kelurahan dan tersisa dua kelurahan yang belum memiliki peta lengkap. Akhir tahun 2021 diharapkan Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah seluruh kelurahan sudah memiliki peta lengkap.
"Untuk PTSL Kota Bogor, bu sekda meminta para lurah dengan monitoring camat untuk membantu BPN Kota Bogor sebagai antisipasi sedini mungkin dari kemungkinan potensi persoalan yang mungkin timbul," tuturnya.
Sementara itu, Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah menyampaikan, saat membaca data, mengamati kondisi yang ada dan turut serta dalam pelaksanaan kepemerintahan bersama dengan pihak terkait, inti semua persoalan hukum adanya di pertanahan. Hal itu menjadi keprihatinan dan kewaspadaan semua, pengaturan dengan hak kepemilikan seringkali muncul menjadi konflik, sosial ekonomi, juga termasuk didalamnya.
"Untuk PTSL tahun 2022 yang menargetkan sebanyak 12 ribu bidang, diharapkan untuk dibagi sambil dievaluasi secara periodik serta bisa diselesaikan 100 persen. Camat dan Lurah untuk peta lengkap saya harapkan siap untuk membantu BPN Kota Bogor, karena nanti ke depan akan menjadi data sehingga kita akan dimudahkan dalam segala urusan. Pertemuan ini, salah satunya dimaksudkan sebagai antisipasi dan perbaikan-perbaikan data yang ada," ungkap Syarifah.
Syarifah memaparkan, antara persoalan-persoalan pertanahan yang dihadapi antara lain penentuan harga lahan maupun mark up dalam pembebasan lahan. Sosialisasi pemanfaatan Peta Nilai Bidang Tanah diharapkan Syarifah, menjadi langkah perbaikan untuk mengantisipasi persoalan tersebut.
"Salah satunya dengan Zona Nilai Tengah (ZNT) melalui pendekatan kawasan atau zona," pungkasnya.***