Perbaikan Jalan Amblas Sholeh Iskandar Harus Lebih Teliti, Ada Kabel Penyuplai Listrik Istana Bogor

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) bulan Februari 2022 ini mulai melakukan perbaikan fisik jalan amblas

Perbaikan Jalan Amblas Sholeh Iskandar Harus Lebih Teliti, Ada Kabel Penyuplai Listrik Istana Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya
 
INILAHKORAN, Bogor - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) bulan Februari 2022 ini mulai melakukan perbaikan fisik jalan amblas yang berlokasi di jalan Sholeh Iskandar (Sholis), Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal.
 
Namun kontraktor harus hati-hati melakukan pengerjaan proyek ini lantaran terdapat hal lain yang harus diperhatikan, yakni berkaitan dengan utilitas milik PLN yang menghubungkan langsung aliran listrik dengan Istana Bogor. 
 
Diketahui, PT Batara Guru Group selaku pelaksana proyek akan terlebih dahulu melakukan pembongkaran beton dan pemindahan utilitas PLN dan PDAM di ruas jalan nasional tersebut. Proyek dengan nilai pekerjaan sebesar Rp14,55 miliar itu, selain untuk perbaikan jalan amblas juga sekaligus penanganan saluran Underpass Sholeh Iskandar selama 8 bulan ke depan.
 
 
Imbasnya, akses jalan dari Simpang Yasmin ke arah Cilebut dan Sukaresmi maupun ke arah Kebon Pedes ditutup menggunakan spandek seng.
 
Kepala Pengawas Lapangan PPK Jawa Barat Agung Wibowo mengatakan, rencana perbaikan jalan secara permanen hingga kini masih menunggu hasil rekayasa lalin selesai, pihaknya masih mengkoordinasikan rekayasa lalulintas dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub), dan Polresta Bogor Kota, sebelum memulai pekerjaan perbaikan.
 
"Minggu kemarin kami melakukan tinjauan lapangan. Kami juga masih menemukan kendala di lapangan, selain mematangkan konsep rekayasa lalin, juga terdapat masalah lain yakni berkaitan dengan utilitas milik PLN yang menghubungkan langsung aliran listrik dengan Istana Bogor. Banyaknya kabel-kabel yang melintang di dekat jalanan amblas, minggu ini baru tes tes PLN (apakah) ada kendala, karena distribusi (listrik) ke istana gak boleh dipadamkan," ungkap Agung Wibowo dalam keterangan tertulis pada Kamis (17/2/2022) pagi.
 
 
Agung melanjutkan, pihaknya pekan lalu sudah melakukan pengecekan lapangan bersama kepolisian dan Dishub untuk menentukan rekayasa lalu lintas. Dalam sepekan ini, sebelum dilakukan pengerjaan fisik akan terlebih dahulu
membongkar beton eksisting. Termasuk pemindahan utilitas jaringan PLN, Permunda Tirta Pakuan Kota Bogor dan Perumda Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.
 
"Kendalanya ada jaringan PLN dan PDAM. Pipa PDAM Kabupaten Bogor sudah dialihkan. Untuk Pipa PDAM Kota Bogor akan segera berkoordinasi. Dalam kontrak kerja proyek ini akan dikerjakan selama 8 bulan sejak Februari 2022. Baik untuk perbaikan jalan amblas maupun penanganan saluran Underpass Sholeh Iskandar. Mudah-mudahan bisa cepat selesai," jelasnya.
 
Sementara itu, saat ini Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota tengah melakukan koordinasi untuk pengalihan arus atau rekayasa lalu lintas di jalan tersebut. Jalan dari arah Simpang Yasmin menuju Kelurahan Sukaresmi atau putar balik Kebon Pedes kini sudah ditutup. Sedangkan jalan nasional yang amblas itu terlihat sebuah alat berat backhoe, meski belum ada pekerjaan apapun.
 
 
Kasatlantas Polresta Bogor Kota, Kompol Galih Apria mengatakan, untuk mendukung adanya rencana perbaikan jalan amblas, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lokasi. Saat pengerjaan perbaikan jalan nanti, tidak hanya jalan di samping underpass yang mengalami amblas, namun berpengaruh ke jalan underpass yang juga ikut retak. Waktu itu dari kepolisian menyampaikan untuk dilakukan rekayasa, karena kendaraan khawatir roda empat ke atas itu akan membuat tambah amblas.
 
"Untuk sementara pihaknya akan mengandalkan jalan arteri menjadi jalur yang dilalui kendaraan saat rekayasa lalu lintas nanti. Bahkan, rekayasa lalu lintas bisa saja tidak diterapkan di Jalan Sholeh Iskandar juga, namun di underpass. Saya dapat informasi perbaikan jalan tersebut akan dilakukan pada akhir Februari 2022, hal itu diketahui saat rapat bersama KemenPUPR," tuturnya.
 
Galih melanjutkan, pihaknya masih menyiapkan pola-pola rekayasa lalu lintas. Sambil menunggu kapan dimulainya proyek tersebut. Sementara yang diandalkan adalah jalan arteri, dimana jalan arteri ini sudah pembetonan, namun memang lebar jalannya masih kurang memadai. Ada beberapa opsi yang bisa dilakukan dalam rekayasa lalu lintas nanti. Selain mengandalkan jalan arteri, bisa dilakukan contra flow atau lawan arus di jalur kanan menuju Simpang Yasmin. 
 
 
"Kemudian ada juga opsi satu jalur di underpass. Yang jelas kami bentuk rekayasa melakukan cara bertindak pengalihan arus supaya tidak lumpuh atau perpindahan orang dari satu titik ke titik lain tetap," pungkasnya. (rizki mauludi)***
 


Editor : inilahkoran