INILAHKORAN, Bogor - Satgas Covid-19 Kota Bogor mempertimbangkan dibukanya kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di sekolah jika kasus Covid-19 terus melandai. Hal ini dikarenakan puncak Covid-19 omnicron Kota Bogor sudah terlewati dengan angka puncak mencapai 1.117 penambahan kasus positif Covid-19 perhari.
Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya menuturkan, dalam sepekan terakhir angka Covid-19 di Kota Bogor sudah mulai melandai, dimana puncaknya pada angka 1.117 kasus sudah terlewati dan awal Maret ini angka Covid-19 terus menurun. Bahkan, sudah beberapa hari penambahan kasus perharinya sudah di bawah angka 200 kasus positif dan tingkat kesembuhan tinggi.
"Apabila dalam beberapa hari ke depan tren yang ada masih sama, penambahan dibawah 200 kasus terkonfirmasi positif. Ini seperti yang kami prediksi, awal Maret 2022 akan melandai. Mudah-mudahan seperti itu dan pertengahan Maret sesuai prediksi Covid-19 bisa terkendali," ungkap Bima kepada INILAH pada Selasa (8/3/2022) pagi.
Bima melanjutkan, apabila benar sesuai prediksi, pihaknya mempertimbangkan akan melaksanakan PTM Terbatas dengan catatan kondisi Kota Bogor yang terkonfirmasi sudah melandai.
"Tentunya hal ini kami akan lakukan rapat lagi di Satgas Covid-19, kalau betul-betul terkonfirmasi sudah melandai," terangnya.
Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyampaikan, melandainya kasus Covid-19 Kota Bogor akan mempengaruhi penerapan kebijakan yang diambil. Sehingga pihaknya akan terlebih dahulu memastikan status level Kota Bogor turun ke level yang relatif aman.
"Jika angka maupun data mulai stabil, maka kemungkinan kebijakan Ganjil Genap (Gage) akan dilonggarkan. Namun pihaknya akan menggunakan pola Crowd Free Road apabila ada beberapa kawasan terlihat padat. Atau diberlakukan secara situasional," tuturnya.
Susatyo menilai, saat ini masyarakat Kota Bogor sudah lebih disiplin untuk menahan diri dalam hal mobilitas dan tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).
"Ya, satu bulan ini, setiap akhir pekan sepertinya kondisinya tidak terlalu padat, situasinya sudah lebih terkendali. Dan yang terpenting masyarakat sudah lebih disiplin untuk menahan diri," pungkasnya.***