INILAHKORAN, Cigombong-Proyek pembangunan Jalan Tol Bogor Ciawi Sukabumi seksi Cigombong-Cibadak yang harusnya selesai pada tahun 2019 lalu tidak juga rampung, akibatnya selama beberapa tahun terakhir ini Jalan Raya Bogor-Sukabumi tepatnya di Kecamatan Cicurug kerap mengalami kemacetan lalu lintas yang cukup panjang.
Proyek pembangunan Jalan Tol Bogor Ciawi Sukabumi seksi Cigombong-Cibadak juga sempat terhenti di semester kedua tahun anggaran 2021 lalu dan baru akan dilanjutkan di Tahun 2022.
Anggota Komisi V DPR RI Eddy Santana Putra secara lugas mengatakan, bahwa belum rampungnya pembangunan Jalan Tol Bogor Ciawi Sukabumi seksi Cigombong-Cibadak karena ketiadaan atau minimnya anggaran di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PR).
"Ga ada duit aja itu alasannya, hingga proyek pembangunan Jalan Tol Bogor Ciawi Sukabumi seksi Cigombong-Cibadak tidak juga rampung," kata Eddy Santana Putra kepada wartawan, Minggu, (01/05/2022).
Anggota badan anggaran (Banggar) sekaligus Komisi V DPR RI Mulyadi menuturkan proyek pembangunan Jalan Tol Bogor Ciawi Sukabumi seksi Cigombong-Cibadak, apalagi seksi Cibadak-Ciranjang pasti mengalami delay atau ditunda.
"Proyek pembangunan Jalan Tol Bogor Ciawi Sukabumi seksi Cigombong-Cibadak yang harusnya selesai Tahun 2019 dan seksi Cibadak-Ciranjang yang harusnya sudah selesai pada tahun 2020 kemarin mengalami penundaan pekerjaan hingga waktu yang belum saya ketahui," tutur Mulyadi.
Informasi yang dihimpun Inilah Koran, Jalan Tol Bocimi seksu Ciawi-Cigombong sepanjang 15,4 Km telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Sabtu, (01/12/2018) lalu.
Sementara itu dalam perencanaan, Jalan Tol Bocimi sendiri terbagi ke dalam empat seksi. Seksi pertama adalah Ciawi-Cigombong dengan panjang 15,4 km, Seksi II Cigombong-Cibadak 11,9 Km, Seksi III dan Siksi IV Cibadak-Sukabumi Timur dengan panjang 26,75 Km.
Rencananya, Jalan Tol Bocimi bakal dilanjutkan hingga ke Kabupaten Cianjur dan bahkan ke Kota ataupun Kabupaten Bandung. Tujuan pembangunan ruas jalan tol tersebut untuk memperpendek waktu tempuh. (Reza Zurifwan)***