Bogorun 2026 Peduli Lingkungan, 4.100 Medali Finish Terbuat dari Sampah Daur Ulang
Event Bogorun 2026 ternyata memiliki khusus yaitu kepedulian lingkungan atau ecomovement. Panitia memungut sampah dari Desa Cisadon hingga Sentul City.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Event Bogorun 2026 ternyata memiliki khusus yaitu kepedulian lingkungan atau ecomovement.
Dimulai dari pre event, panitia Bogorun 2026 memungut sampah dari Kampung dan Desa Cisadon hingga Sentul City.
"Ketika launching event Bogorun 2026, kami melakukan pemungutan sampah dari Kampung dan Desa Cisadon hingga Sentul City. Sampah sebanyak 30 kantong besar itu, ditambah sampah masyarakat lainnya, kami olah menjadi finisher medal," ujar Race Director Bogorun 2026 Safrita Aryana kepada wartawan, Minggu (10/5/2026).
Safrita menerangkan, jajarannya menyiapkan 4.100 medali finisher untuk 4.100 peserta event Bogorun 2026. Walaupun berasal dari sampah, yang dibersihkan, dipres dan didaur ulang, berton-ton sampah atau limbah tersebut pun menjadi medali finish yang bakal membuat bangga para runner atau pelari.
"4.100 medali finish itu kami bagi kedalam 3 kategori, 2.100 untuk kategori Kuta atau 5 Km, 1.200 medali finish untuk kategori udaya atau 10 Km dan 800 medali finish untuk kategori wangsa atau half marathon 21,9 Km," terang Safrita Aryana.
Ia mengharapkan, gaya hidup sehat yang diikuti kepedulian lingkungan menjadi gaya hidup para runner atau pelari.
Hal itu pun menjadi harapan buat di masa yang akan datang, karena mayoritas usia pelari dari usia remaja hingga 40 tahun, atau generasi Z dengan generasi milenial.
"Lari bukan hanya olahraga maupun hobby, tetapi gaya hidup yang sehat dan dengan medali finish yang berasal dari sampah yang didaur ulang, maka kami mengharapkan mereka lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup," harapnya.
Editor : Doni Ramdhani

