Bojan Hodak Kesal pada Oknum Bobotoh, Ada Apa?
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak kesal dengan Bobotoh terkait sanksi yang dikeluarkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terhadap timnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak kesal dengan Bobotoh terkait sanksi yang dikeluarkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terhadap timnya.
Dari hasil sidang, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kepada Persib Bandung. Tim berjulukan Maung Bandung ini tidak boleh menyelenggarakan dua pertandingan kandang dengan penonton dilanjutkan dengan penutupan tribun utara dan selatan pada 3 pertandingan kandang berikutnya serta denda sebesar Rp 295 juta.
Sanksi itu diberikan kepada Persib Bandung imbas dari kerusuhan Bobotoh yang terjadi usai laga melawan Persija Jakarta, 23 September 2024 lalu.
Tidak hanya itu, banyak Bobotoh yang menyalakan flare saat pertandingan masih berjalan. Ditambah lagi terdapat pelemparan air mineral dalam botol dan plastik ke arah steward yang tengah menjalankan tugasnya di sisi lapangan serta masuknya penonton ke area lapangan pertandingan yang mengakibatkan penganiayaan dan kerusuhan serta adanya korban luka-luka.
“Ya, saya tahu, tapi saya tidak bisa mengubahnya. Kini yang menjadi pertanyaan, siapa yang membayar dendanya?,” tanya Bojan Hodak di Stadion Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Jumat, 11 Oktober 2024.
Ia pun terheran-heran dengan aksi yang dilakukan para Bobotoh tersebut. Padahal Persib Bandung saja masih hitung-hitungan dalam menggelontorkan uang untuk bisa mendatangkan pemain berkualitas.
“Jadi siapa yang seharusnya membayar denda ini, klub lagi. Apakah seharusnya klub yang membayar ini? tidak. Ada 50 orang berlari di lapangan, apakah mereka membayar dendanya?,” kesalnya.
Bojan Hodak semakin kesal lantaran akibat dari insiden tersebut, dua laga kandang Persib Bandung tidak bisa disaksikan penonton secara langsung. Dan tiga laga selanjutnya penutupan tribun utara dan selatan.
“Ini ada grup kecil yang membuat klub dihukum yang mana 95 persen penonton lainnya bersikap baik. Mereka menikmati pertandingan dan mendukung klub, tapi ada beberapa anak muda yang tidak berpikir lebih dulu dan membuat kesalahan dan sisanya kini harus menderita. Jadi menurut saya terkadang fans harus diedukasi,” tegasnya.***
Editor : Bsafaat

