Bonek Persebaya pun Tuntut Panpel Persib
Panpel Persib tidak hanya mendapatkan tuntutan dari bobotoh. Pendukung Persebaya atau Bonek pun melakukan hal serupa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Panpel Persib tidak hanya mendapatkan tuntutan dari bobotoh. Pendukung Persebaya atau Bonek pun melakukan hal serupa.
Tuntutan Bonek Persebaya kepada Panpel Persib itu bahkan sudah dilayangkan di media sosial melalui akun twitter @Green_Nord27. Dalam postingannya, akun tersebut menuliskan "catatan merah away Bandung".
Dalam catatannya, Bonek menuntut Panpel Persib untuk bertanggung jawab atas laga Persib kontra Persebaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 17 Juni 2022 lalu.
Baca Juga: Ungkap Tragedi GBLA, Polda Jabar Rekomendasikan Laga Lanjutan Tak Gunakan Stadion GBLA
Selain menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya dua suporter Bobotoh bernama Asep Ahmad Solihin dan Sopiana Yusuf akibat berdesakan untuk memasuki pintu masuk Stadion, Bonek menyayangkan ratusan anggotanya yang telah memiliki tiket resmi tidak bisa masuk.
"Sebanyak 200 dari total 350 anggota Tribun Timur Surabaya pemegang tiket resmi tidak bisa masuk ke stadion karena tribun sektor selatan yang dipersiapkan khusus untuk suporter tim tamu sudah dipenuhi suporter tuan rumah. Sudah tidak ada tempat untuk berdiri, apalagi duduk," tulisnya, Jumat 24 Juni 2022.
Kedua, sebanyak 150 dari total 325 Tribun Kidul Suroboyo yang membeli tiket resmi ke ofisial Persib tidak bisa masuk ke dalam stadion karena barcode tiket tidak bisa discan oleh alat yang disediakan Panpel.
Baca Juga: Polisi Mulai Dalami Kasus Kematian Dua Bobotoh Persib di Stadion GBLA
"Peristiwa tidak bisa masuknya anggota ini dengan tiket resmi cukup disayangkan Bonek karena saat bersamaan mereka menyaksikan ribuan orang bisa masuk ke dalam stadion dengan hanya membayar penjaga pintu dengan Rp. 25.000 per penonton. Beberapa anggota kami yang tiketnya tidak bisa discan oleh alat dari Panpel. Justru diminta uang Rp. 25.000 untuk bisa masuk tanpa harus menggunakan tiket," tambahnya.
Poin keempat, Bonek mengutuk keras dan tidak mentolelir kejadian yang menimpa anggotanya (terutama dari tribun Green Nord) yang dilakukan FCC (salah satu kelompok pendukung Persib) yang akan berimplikasi lebih lanjut.
Lalu, mereka mengajak para anggotanya menghentikan tradisi estafet saat laga tandang Persebaya karena sering kali disalahgunakan oleh maling dan penjahat untuk memuluskan aksi mereka yang akhirnya merusak citra Bonek dan Persebaya.
Baca Juga: Dua Bobotoh Meninggal Dunia di GBLA, Banyaknya Penonton Bikin Suasana Tak Terkendali
Dalam uraian tersebut, Bonek merasa mengalami kerugian yang cukup besar. Bukan karena persoalan harga tiket, tapi juga trauma. Karena sudah banyak yang dikorbankan, energi, fisik dan waktu.
"Dengan demikian kami menuntut pihak Panpel laga Persib vs Persebaya bertanggung jawab dengan mengganti seluruh kerugian yang kami alami. Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, kami tidak segan melakukan upaya hukum dengan melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian, dan juga lembaga terkait seperti Lembaga Perlindungan Konsumen. Kami akan terus melawan sampai hak kami ditunaikan," tutupnya mengakhiri. (Muhammad Ginanjar)
Editor : inilahkoran

