Bos Persib Bandung Dihujat Bobotoh Lantaran Bikin Fansib Community, Begini Pembelaannya...

Para bobotoh mengkritisi langkah Persib Bandung yang membentuk Fansib Community, sebuah wadah suporter resmi bentukan internal klub.

Bos Persib Bandung Dihujat Bobotoh Lantaran Bikin Fansib Community, Begini Pembelaannya...
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono. (Antara Foto)

INILAHKORAN, Bandung - Persib Bandung kembali mendapatkan kritikan. Bukan karena performa pemain atau pelatih di Liga 1 2021-2022, melainkan karena tim berjulukan Maung Bandung ini membentuk 'Fansib community'.

Sesuai dengan unggahan akun instagram resmi Persib, Fansib community adalah sebuah wadah suporter resmi (official fanbase Persib) yang dibentuk dari internal klub. Sehingga merupakan bagian dari klub sepak bola Persib.

Selain itu, Fansib community adalah sebuah unit yang yang terpisah dari klub, dengan kegiatan dan program yang independen.

Tidak hanya itu, dijelaskan pula bahwa Fansib community bertujuan untuk menjadi ekosistem suporter Persib dan sebagai penghubung antara sesama suporter dan antara suporter dengan klub. Dukungan dua arah, saling dukung, sepak bola dan kehidupan di sekitarnya.

Baca Juga: Persib Siap Kudeta Lagi Takhta Bhayangkara, Jadwal Siaran Langsung BRI Liga 1 Pekan Kesepuluh

Lalu, Fansib community mengusung kolaborasi dan gaya komunikasi yang dekat dengan suporter. Sehingga semangat persaudaraan antar suporter lebih terasa.

Tak ayal, postingan tersebut mendapatkan banjir kritikan dari para Bobotoh. Mereka membanjiri kolom komentar yang mencapai lebih dua ribu.

"Mencoba bikin suporter yang bisa dikontrol? Hmm, teu kudu kikituan min, tos aya Bobotoh wadana," tulis akun @choryar.

"Biar apa bikin wadah suporter baru? Biar gak ada yang demo? Ngakak bos Teddy lah," tulis akun @cullay33.

"Mau membenturkan Bobotoh yang sudah tergabung dengan komunitas yang ada, apa tidak cukup dengan pemasukan PT PBB yang selama ini kami tahu tapi bukan berarti tutup mata. Kami membangun suporter dari nol, bukan secara instan, camkan itu baik-baik," tulis akun @asepvebomber.

"Dengan adanya Fansib apakah suporter basis Bobotoh lainnya tidak menjadi bagian dari Persib? Saya kira ini seperti menyempitkan posisi para suporter Persib yang begitu luas. Apa ini ketakutan manajemen dengan suara-suara kritikan pedas dari Bobotoh?," tulis akun @anggaikhtiar.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono mengatakan bahwa Fansib community adalah sebuah wadah untuk menginformasikan segala kegiatan di luar aktivitas tim Persib dalam bermain sepak bola.

Baca Juga: Persib 9 Laga Tak Kalah, Rashid: Pertama Kalinya dalam Karier Sepak Bola Saya

"Karena gini, kan akun ofisial Persib isinya hanya berita mengenai tim pemain. Seperti kemarin ada sauyunan yang membagikan paket vitamin, kita tidak bisa menginformasikan itu di akun ofisial Persib," ujar Teddy saat dihubungi, Kamis 28 Oktober 2021.

Menurutnya, akun ofisial Persib hanya dikhususkan untuk kegiatan Persib, seperti berita mengenai pemain hingga pertandingan.

"Seperti tadi pagi ada vaksinasi kita tidak bisa umumkan di akun ofisial. Makanya kadang-kadang kita umumkan lewat Prabu, jadi kan aneh. Makannya kita bikin akun Fansib untuk sebagai wadah informasi untuk kegiatan Persib di luar sepak bola. Sesederhana itu aja sih," jelasnya.

Baca Juga: Mohammed Rashid Sebut Persib Mulai Mendekati Target

Pria berkacamata ini memastikan bahwa Fansib bukan untuk saingan bagi komunitas suporter yang sudah ada. Sebaliknya, itu hanya sebagai wadah untuk menginformasikan kegiatan Persib di luar sepak bola.

"Ngapain kita bikin kelompok suporter, buat apa coba. Kita kan tidak bergerak di bidang itu, jadi buat apa," tegasnya.***(Muhammad Ginanjar)

 


Editor : inilahkoran