Boseh Bike, Dari Rekreasi Ringan hingga Mobilitas Warga di Bandung Timur

Pagi belum terlalu terik ketika deretan sepeda biru Boseh Bike, mulai satu per satu meninggalkan stasiun di kawasan Summarecon Bandung. Di dekat Taman Sumringah dan Sekolah Al-Azhar, dua titik penyewaan sepeda itu menjadi tempat singgah warga yang ingin berkeliling kawasan dengan cara sederhana dan ramah lingkungan.

Boseh Bike, Dari Rekreasi Ringan hingga Mobilitas Warga di Bandung Timur
Pagi belum terlalu terik ketika deretan sepeda biru Boseh Bike, mulai satu per satu meninggalkan stasiun di kawasan Summarecon Bandung. Di dekat Taman Sumringah dan Sekolah Al-Azhar, dua titik penyewaan sepeda itu menjadi tempat singgah warga yang ingin berkeliling kawasan dengan cara sederhana dan ramah lingkungan.

INILAHKORAN.ID - Pagi belum terlalu terik ketika deretan sepeda biru boseh bike, mulai satu per satu meninggalkan stasiun di kawasan Summarecon Bandung. Di dekat Taman Sumringah dan Sekolah Al-Azhar, dua titik penyewaan sepeda itu menjadi tempat singgah warga yang ingin berkeliling kawasan dengan cara sederhana dan ramah lingkungan.

Muhammad Rifaldi, operator layanan Boseh Bike di kawasan Summarecon Bandung menyebut, layanan di Bandung Timur tersebut hanya bagian kecil dari jaringan Boseh yang tersebar di berbagai sudut Kota Bandung. “Kalau di sini (Bandung Timur) itu cabang juga, karena di kota ada banyak titik. Di Alun-Alun, Taman Cibeunying dan beberapa lokasi lain juga ada,” kata Muhammad Rifaldi, Senin 15 Desember 2025.

Khusus di Summarecon Bandung, pengelola menyediakan dua stasiun dengan sekitar 20 unit sepeda di masing-masing titik. Ia menjelaskan, jumlah itu cukup untuk hari biasa tetapi sering kali kewalahan saat akhir pekan. “Kalau Sabtu-Minggu itu pasti ramai. Pagi dan sore biasanya tersewa semua,” ucapnya.

Sistem peminjaman sepeda Boseh relatif sederhana. Penyewa bisa meminjam secara manual atau menggunakan kartu e-money. Untuk pengguna kartu, sepeda dapat dipinjam di satu stasiun dan dikembalikan di stasiun lain, selama masih berada dalam jaringan yang sama. “Kalau pakai kartu e-money, misalnya minjam di Alun-Alun Bandung, bisa balikin di Taman Cibeunying. Titik-titiknya bisa dicek di Instagram Boseh,” ujarnya.

Namun, aturan berbeda berlaku di kawasan Summarecon Bandung. Sepeda yang dipinjam harus dikembalikan di kawasan yang sama. “Karena ini kawasan, jadi sepedanya harus balik lagi ke Summarecon,” jelas dia.

Boseh Bike di Summarecon Bandung beroperasi mulai pukul 07.30 pagi. Peminjaman terakhir dilayani hingga pukul 18.00 WIB, sementara operasional berakhir pada pukul 19.00 WIB. Soal tarif, Rifaldi menyebut biaya sewa sangat terjangkau. “Jam pertama seribu rupiah, jam berikutnya dua ribu per jam,” ujarnya.

Dengan tarif tersebut, sebagian besar penyewa memilih bersepeda selama sekitar satu jam. Namun, tak sedikit pula yang langsung mengambil waktu lebih lama. “Rata-rata satu jam, tapi mau sewa dua jam juga bisa,” kata Rifaldi.

Pengguna Boseh datang dari berbagai latar belakang. Tidak hanya warga Kota Bandung, tetapi juga wisatawan dari luar kota hingga luar Jawa. “Yang terjauh banyak, ada yang dari luar kota, luar Jawa juga ada. Biasanya mereka lagi main ke sini, baru tahu ada sepeda,” tuturnya.

Sejauh ini, Rifaldi mengatakan belum pernah terjadi kehilangan sepeda. Kerusakan unit sesekali terjadi, umumnya akibat kecelakaan ringan. Penanganannya disesuaikan dengan kondisi. “Kalau rusak, dilihat dulu kesalahannya gimana. Kalau dari sepedanya atau enggak berat, biasanya gratis karena masih bisa diperbaiki,” sambung dia.

Dari segi usia, penyewa Boseh cukup beragam. Anak-anak hingga orang dewasa memanfaatkan layanan ini, meskipun mayoritas adalah anak muda. “Semua kalangan ada, tapi rata-ratanya anak muda. Anak-anak biasanya didampingi orang tua,” ujarnya.

Untuk meminjam sepeda, syaratnya pun tidak rumit. “Cukup kartu identitas, selain menggunakan kartu e-money,” tandas dia.

Di tengah hiruk-pikuk kawasan hunian dan rekreasi Summarecon Bandung, sepeda-sepeda Boseh menjadi pilihan mobilitas sekaligus rekreasi murah. Di akhir pekan, ketika hampir semua unit ludes disewa. Layanan tersebut menunjukkan, bersepeda masih punya tempat di tengah kota yang terus bergerak.***


Editor : JakaPermana