Mobilitas Tinggi, Kota Bandung Kecipratan Wisatawan Akibat Kebijakan WFA

Penerapan working from anywhere (WFA) di sejumlah perusahaan telah berdampak positif. Terbukti, kunjungan wisata di Kota Bandung selama libur Lebaran 2026,

Mobilitas Tinggi, Kota Bandung Kecipratan Wisatawan Akibat Kebijakan WFA
WFA bikin mobilitas tinggi, Kota Bandung Kecipratan wisatawan./INILAHKORAN-Yogo Triastopo

INILAHKORAN.ID - Penerapan working from anywhere (WFA) di sejumlah perusahaan telah berdampak positif. Terbukti, kunjungan Wisata di Kota Bandung selama libur Lebaran 2026 meningkat.

Kebijakan WFA tersebut diapresiasi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Koa Bandung, Adi Junjunan Mustafa. Menurutnya, WFA dinilai telah mendorong mobilitas masyarakat, 

"Secara nasional, pergerakan manusia mencapai di atas 100 juta. Kota Bandung sebagai destinasi Wisata, ikut terdampak positif,” kata Adi Junjunan Mustafa, Selasa (31/3/2026).

Menurut dia, pihaknya mencatat jumlah kunjungan Wisata di Kota Bandung mencapai 720 ribu orang dalam periode seminggu sebelum hingga sesudah Lebaran. Angka itu, naik sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak kunjungan terjadi pada hari kedua dan ketiga Lebaran, dengan tingkat hunian hotel mencapai lebih dari 90 persen.

"Selain itu, volume penumpang di stasiun dan terminal juga meningkat 15 persen dibanding tahun lalu," ucapnya.

Adi menambahkan, tren tersebut menunjukkan bagaimana pola kerja baru memberi dampak nyata bagi sektor pariwisata. “Kota Bandung jelas mendapat keuntungan dari pola kerja baru ini. Dengan WFA, orang bisa memilih untuk tetap produktif sambil menikmati suasana kota Wisata,” ujar dia.

Namun, dia menekankan peningkatan jumlah wisatawan juga harus diimbangi dengan kesiapan berbagai sektor pendukung. “Penyambutan wisatawan bukan hanya tugas dinas pariwisata. Ada peran dinas perhubungan, keamanan, kebersihan, pertamanan hingga perhotelan dan resto. Semua harus menyiapkan kenyamanan, dan kesan baik bagi wisatawan,” jelasnya.

Meski tidak ada keluhan resmi dari wisatawan, Adi mengakui di media sosial sempat muncul keluhan terkait kenyamanan di kawasan Asia Afrika dan Braga. Menyikapi hal itu, pihaknya sudah berdialog dengan komunitas cosplay dan jasa fotografi agar tetap sopan, tidak memaksa pengunjung dan memberikan pengalaman positif.

Selain wisatawan domestik yang didominasi dari arah Jakarta dan peningkatan dari arah timur lewat Cibiru, Kota Bandung juga tetap menerima kunjungan wisatawan mancanegara meski jumlahnya tidak besar. Museum sejarah dan Tourist Information Center (TIC) di Alun-Alun Bandung, melaporkan kedatangan wisatawan asing setiap hari. Sementara destinasi budaya seperti Saung Angklung Udjo justru relatif sepi saat Lebaran.

Dengan tren positif tersebut, Adi berharap Kota Bandung semakin siap menjadi destinasi utama wisatawan di masa libur panjang berikutnya. “Momentum Lebaran memberi gambaran, bahwa Kota Bandung tetap menjadi magnet Wisata. Tantangannya adalah bagaimana kita menjaga kenyamanan, kebersihan dan pelayanan agar wisatawan terus kembali,” tandas dia.***


Editor : JakaPermana