BPBD Ciamis Turunkan Personel Tangani Daerah Terdampak Bencana Alam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Jawa Barat telah menerjunkan sejumlah personel dan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, dan longsor yang terjadi di 12 kecamatan.

BPBD Ciamis Turunkan Personel Tangani Daerah Terdampak Bencana Alam
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Jawa Barat telah menerjunkan sejumlah personel dan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, dan longsor yang terjadi di 12 kecamatan.

INILAHKORAN, Cianjur-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Jawa Barat telah menerjunkan sejumlah personel dan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, dan longsor yang terjadi di 12 kecamatan.

"Kita sudah melaksanakan asesmen penanganan bencana kemudian kita koordinasi ke lembaga atau dinas terkait," kata Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani saat meninjau daerah terdampak banjir di Panumbangan Ciamis, Rabu.

Ia menjelaskan, bencana alam tersebar di 12 kecamatan akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir luapan sungai sehingga menggenangi permukiman warga dan lahan pertanian, kemudian pergerakan tanah, longsor, dan pohon tumbang.

Seperti kejadian banjir di daerah Panumbangan, kata dia, akibat luapan Sungai Citanduy yang menutup akses jalan provinsi, dan menyebabkan 217 keluarga terdampak, termasuk satu orang terjebak banjir dan sudah dievakuasi.

"Di Panumbangan laporan tadi ada 217 KK yang terdampak, baru saja kita sudah laksanakan evakuasi seorang ibu yang berada di tengah banjir," katanya.

Ia menyebutkan, selain banjir yang cukup besar di Kecamatan Panumbangan dan Cihaurbeuti, ada juga kecamatan lain yang dilanda bencana tanah longsor seperti di Baregbeg, Kawali, Sindangkasih, dan Panawangan, ada juga pohon tumbang tersebar di beberapa titik.

Bencana lainnya seperti tanah bergerak juga terjadi di Kecamatan Rajadesa dengan rumah yang terdampak sebanyak tiga rumah, dan 17 rumah terancam bahaya bencana tersebut, meski begitu sampai saat ini tidak dilaporkan ada korban jiwa.

"Longsor ada banyak beberapa titik dari Payungagung, Baregbeg, Kawali, Panawangan, Rajadesa, ada laporan pohon tumbang juga di beberapa kecamatan, ada pergerakan tanah di Rajadesa terdampak tiga rumah, terancam 17 rumah," katanya.

Saat ini jajarannya masih mendata apa saja yang terdampak, juga menyalurkan bantuan kebutuhan mendesak seperti makanan dan air bersih bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Pemkab Ciamis tidak mendirikan dapur umum karena masyarakat yang terdampak bencana alam masih bisa melakukan aktivitas seperti memasak untuk memenuhi kebutuhannya.

"Kita tidak melaksanakan posko dapur umum karena sebagian besar warga masih bisa melaksanakan aktivitas memasak, di dapurnya masih bisa dilaksanakan meski halaman rumahnya tergenang," katanya.

Ia menambahkan, saat ini cuaca masih seringkali turun hujan di Ciamis, kondisi tersebut masih diberlakukan status siaga bencana alam hidrometeorologi basah seperti banjir, longsor, dan tanah bergerak.

"Kabupaten Ciamis masih tetap siaga banjir, longsor, hidrometeorologi basah, tidak ada penetapan status darurat atau tanggap darurat bencana, masih siaga," katanya.***


Editor : JakaPermana