INILAHKORAN, Bandung - Badan Penanggulan Bencana Daerah (
BPBD) Provinsi Jawa Barat mulai memetakan, wilayah yang berpotensi terdampak bencana alam di masa puncak musim penghujan akhir 2024.
Pranata Humas Ahli
BPBD Jabar Hadi Rahmat mengatakan, beberapa daerah yang berpotensi terdampak bencana alam saat musim penghujan ini salah satunya ada di daerah-daerah
Jabar Selatan.
"Seperti di (Jabar) selatan itu sering terjadi
longsor, lalu di utara sering banjir dari tahun ke tahun. Tentu untuk pemetaan wilayah (rawan), sudah kita lakukan secara otomatis," ujarnya saat dikonfirmasi Senin 4 November 2024.
Dalam melakukan mitigasi dan penanganan nantinya, Hadi memastikan seluruh personel
BPBD Jabar dan kabupaten kota sudah siap siaga. Termasuk personel gabungan kebencanaan dari unsur-unsur lainnya.
"Kita juga sudah mengeluarkan SK (Surat Keputusan) status siaga bencana hidrometeorologi. Jadi seluruh anggota (
BPBD) sudah siaga dan siap (memitigasi bencana)," ucapnya.
Sementara disingung terkait dengan persiapan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 nanti, Hadi mengatakan,
BPBD Jabar telah melakukan rencana aksi penanganan bencana.
"Itu kita lakukan seperti Pilpres (Pemilihan Presiden) kemarin, dan memang sudah direncanakan sebelumnya oleh kami terkait dengan penanganan dan mitigasi bencana pada saat Pilkada nanti," imbuhnya.
Hadi menambahkan, pemantauan juga akan dilaksanakan terhadap beberapa wilayah yang potensi terdampak bencana alam di puncak musim hujan khususnya saat pelaksanaan Pilkada Serentak nanti.
"Karena dengan adanya status siaga ini, tentu kita akan terus pastikan Kabupaten/kota bersiaga dan menindaklanjuti dengan membuat SK siaga bencana juga," tuturnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status siaga kebencanaan untuk 27 kabupaten dan kota. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.580-
BPBD/2024, dan ditetapkan sejak Oktober hingga 31 Mei 2025.
"Status siaga bencana sudah ditetapkan dari sekarang (Oktober 2024) sampai Mei 2025," kata PJ Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin di Gedung Sate baru-baru ini.
Selama masa darurat kebencanaan, Pemprov Jabar dipastikan Bey sudah menyiapkan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk nantinya dapat digunakan dalam menangani wilayah terdampak bencana alam. Adapun dana tersebut merupakan sisa anggaran di akhir 2024 ini.
"Anggaran BTT disiapkan. Per hari ini BTT siap Rp125 miliar, itu dari sisa anggaran. Tahun depan lebih besar lagi," tandasnya.***