Pemkab Bandung Barat Percepat Pembangunan Huntap Penyintas Longsor Cipongkor

Pemkab Bandung Barat menyiapkan proses lelang cut and fill lahan seluas 3.600 m² untuk relokasi 27 KK penyintas longsor Cipongkor. Cek progresnya!

Pemkab Bandung Barat Percepat Pembangunan Huntap Penyintas Longsor Cipongkor
Material bangunan rumah yang ambruk setelah diterpa bencana tanah longsor di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (29/3/2024). ANTARA

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mempercepat proses penanganan pascabencana dengan menyiapkan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi 27 keluarga penyintas bencana longsor di Kecamatan Cipongkor.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkimtan) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Anni Roslianti, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah daerah tengah menyiapkan dokumen lelang pekerjaan cut and fill (pematangan lahan) di lokasi relokasi.

"Lahan sudah dibeli oleh Pemda, sekarang mau lelang cut and fill. Baru mau proses lelang dengan target penyelesaian penyiapan lahan sekitar tiga bulan," ujar Anni di Bandung Barat seperti dikutip dari Antara, Minggu (9/8/2026).

Lahan relokasi seluas sekitar 3.600 meter persegi tersebut berlokasi di Kampung Bojong Huni, RT 02/RW 02, Desa Cibenda—sekitar 1,5 kilometer dari lokasi titik bencana awal di Kampung Gintung.

Anni menjelaskan, tahapan cut and fill sangat krusial dilakukan untuk meratakan dan menstabilkan kontur tanah agar kawasan permukiman baru benar-benar aman dari potensi pergerakan tanah.

Pengadaan lahan ini telah diupayakan Pemkab Bandung Barat sejak 2025 melalui serangkaian proses ketat, mulai dari uji kelayakan teknis hingga appraisal nilai tanah.

Setelah pematangan lahan rampung, pembangunan fisik 27 unit rumah akan dieksekusi langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Untuk relokasi rumah ada 27 KK. Yang membangun fisik rumah nanti dari BNPB, sedangkan Pemkab Bandung Barat bertanggung jawab pada pengadaan dan penyiapan lahannya," tambah Anni.

Kepala Desa Cibenda, Abdul Rohman, membeberkan bahwa lahan di Kampung Bojong Huni dipilih setelah mendapat rekomendasi dan kajian resmi dari Badan Geologi yang menyatakan area tersebut aman dijadikan pemukiman.

"Selain untuk 27 unit rumah, sisa luas lahan akan dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas umum (fasum), seperti masjid, tempat pengajian/madrasah, dan akses jalan warga," terang Abdul.

Pembangunan Huntap ini merupakan komitmen jangka panjang dalam merehabilitasi dampak bencana longsor dahsyat yang menerjang Kampung Gintung, Desa Cibenda, pada 24 Maret 2024 lalu.

Musibah tersebut menghancurkan sedikitnya 25 rumah warga, merusak belasan bangunan lainnya, serta menelan 10 korban jiwa akibat tertimbun material tanah longsor.

Melalui lelang cut and fill yang ditargetkan tuntas dalam tiga bulan ke depan, para korban selamat diharapkan dapat segera menempati hunian baru yang lebih layak dan aman.


Editor : Ahmad Sayuti