BPBD KBB Ungkap Data Sementara Dampak Banjir Bandang Akibat Luapan Sungai Cidadap di Kecamatan Gununghalu
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) merilis laporan sementara kejadian banjir bandang akibat meluapnya aliran sungai Cidadap di Kecamatan Gununghalu pada Sabtu 16 November 2024 sore.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) merilis laporan sementara kejadian banjir bandang akibat meluapnya aliran sungai Cidadap di Kecamatan Gununghalu pada Sabtu 16 November 2024 sore.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KBB, Medi mengatakan, untuk dampak meluapnya sungai Cidadap usai diguyur hujan deras dengan durasi yang cukup panjang dilaporkan sebanyak 10 unit rumah dinas milik PTPN I Regional 2 Kebun Montaya yang dihuni 6 kepala keluarga (KK).
Menurutnya, ke-6 kepala keluarga tersebut tingga di blok Masjid RT03/05 Kampung Legong, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Bandung Barat.
"Pertama atas nama Entis (54) bekerja sebagai karyawan dengan jumlah jiwa yang tinggal di rumdin tersebut sebanyak 4 orang," kata Medi dalam keterangan resminya, Minggu 17 November 2024.
Kemudian, sambung Medi, atas nama Ade Rasidi (58) bekerja sebagai karyawan dengan jumlah jiwa sebanyak 5 orang, Cepi (47) karyawan dengan jumlah jiwa sebanyak 4 orang, Yanto (48) karyawan dengan jumlah jiwa sebanyak 4 orang, Atang (61) seorang pensiunan dengan jumlah jiwa sebanyak 2 orang.
"Unang (48), seorang karyawan dengan jumlah jiwa sebanyak 4 orang," ucapnya.
Selain itu, terdapat 4 unit bangunan rumah dinas lain dalam kondisi kosong atau tidak berpenghuni dan satu unit rumah milik warga yang berada di pinggir bantaran sungai Cidadap atas nama Rohim (69) yang merupakan warga Kampung Pasanggarahan RT01/01, Desa Sirnaaya, Kecamatan Gununghalu yang dihuni 4 jiwa.
"Kemudian tercatat juga sejumlah fasilitas umum yang juga terdampak luapan sungai Cidadap, yakni 1 bangunan Masjid Al Istiqomah yang terendam air setinggi 50 sentimeter," sebutnya.
Kemudian, sejumlah bangunan di Pondok Pesantren Al Jihad yang terendam air lebih kurang sekitar 1 meter, antara lain enam kelas, 1 kantor, 1 madrasah dan 1 bangunan pondok putra.
"Ada 90 santri putra dan 80 santriwati yang tinggal di Ponpes yang dipimpin Ustaz Encep, namun perlu adanya gerakan pembersihan lumpur dan sampah yang berada di ruangan kelas," ucapnya.
Sementara itu, terkait kerugian dari personil tidak ada, sedangkan untuk kerugian materi masih dalam pendataan.
"Kondisi sampai saat ini banjir bandang yang sebelumnya merendam sejumlah bangunan rumah dinas PTPN dan rumah warga, serta fasilitas umum sudah mulai surut. Namun, debet air sungai Cidadap masih tinggi dengan arus yang sangat deras," paparnya.
Sebelumnya, hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali memicu sejumlah bencana. di Kecamatan Gununghalu misalnya, banjir bandang merendam pemukiman dan pesawahan milik warga akibat meluapnya sungai Cidadap, pada Sabtu 16 November 2024.
Berdasarkan informasi, hujan deras yang terjadi pukul 14.00 WIB mengguyur wilayah Kecamatan Gununghalu dengan durasi yang cukup panjang. Kondisi itu memicu air sungai meluap dan merendam pemukiman warga di bantaran sungai dengan ketinggian air setinggi 1,5-2 meter. Alhasil, sekitar pukul 16.00 WIB banjir bandang pun menerjang kawasan tersebut.
"Betul kejadian banjir sore kemarin akibat sungai Cidadap meluap. Ini karena hujan deras sejak siang hari," kata Camat Gununghalu, Hari Mustika saat dikonfirmasi, Minggu 17 November 2024.
Hari menjelaskan, aparat kewilayahan masih melakukan penanganan dan pendataan terhadap rumah warga terdampak banjir. Berdasarkan inventarisasi awal, ada 5 rumah serta Pondok Pesantren Al Jihad di Kampung Pasanggrahan, RT 01 RW, Desa Sirnajaya terendam banjir.
"Data awal ada 5 rumah terendam serta satu pondok pesantren. Kita masih lakukan inventarisasi, kemungkinan masih terus bertambah karena temen-temen di desa juga masih assessment," jelasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti
