BPBD Tasikmalaya Siagakan 60 Personel Hadapi Cuaca Ekstrem, Damkar Standby 24 Jam

BPBD Kota Tasikmalaya menyiagakan 60 personel gabungan selama 24 jam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem, didukung armada dan peralatan evakuasi.

BPBD Tasikmalaya Siagakan 60 Personel Hadapi Cuaca Ekstrem, Damkar Standby 24 Jam
Kendaraan roda dua dan empat milik BPBD Kota Tasikmalaya saat terparkir di depan Kantor.

INILAHKORAN.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya memperketat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana seiring penetapan status siaga darurat bencana di tingkat Jawa Barat.

Sebanyak 60 personel gabungan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas PB) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) disiagakan selama 24 jam untuk merespons berbagai potensi kejadian darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya Budi Martanova mengatakan, penyiapan personel dan peralatan pendukung merupakan tindak lanjut koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya kejadian bencana akibat cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.

"Seluruh peralatan dan kekuatan di BPBD Kota Tasikmalaya sudah dalam kondisi siap pakai. Personel Satgas kami bagi menjadi tiga regu dengan dukungan tambahan satu peleton beranggotakan 15 orang, serta diperkuat 69 relawan PB yang tersebar di setiap kelurahan," kata Budi, Rabu (4/11/2026).

BPBD Tasikmalaya Siapkan Armada dan Peralatan Evakuasi

Dari sisi mobilitas operasional, BPBD Kota Tasikmalaya menyiagakan sejumlah kendaraan untuk menjangkau berbagai medan. Armada roda empat yang disiapkan meliputi satu unit kendaraan taktis Ranger, satu unit Hilux boks pengangkut kargo, satu unit Hilux bak, satu unit Hilux bak taktis kebakaran, satu unit minibus non-kebakaran, serta dua unit kendaraan pendukung tipe Elf dan Innova.

Untuk menjangkau lokasi dengan akses sempit, BPBD turut menyiapkan tiga unit sepeda motor trail.

Kebutuhan suplai air darurat didukung dua unit kendaraan tangki air (water supply). Sementara itu, dua unit perahu karet disiapkan untuk penanganan potensi banjir.

Dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem, BPBD juga menyediakan 12 unit gergaji mesin (chainsaw) utama dan dua unit cadangan.

Koordinasi lintas instansi diperkuat untuk mendukung pengerahan alat berat dan sarana khusus apabila dibutuhkan dalam penanganan bencana.

"Jika dibutuhkan pengerahan alat berat, dinas PUTR telah menyiagakan satu unit loader. Sementara untuk pemangkasan pohon berisiko tinggi, kami didukung kendaraan crane dari Dinas Perhubungan serta fasilitas skylift milik Balai Jalan Provinsi," tambah Budi.

Kota Tasikmalaya Masih Relatif Terkendali

Budi menyampaikan, hingga saat ini kondisi Kota Tasikmalaya masih relatif terkendali. BPBD belum menerima laporan kerusakan berat maupun korban jiwa akibat bencana.

Meski demikian, seluruh jajaran petugas tetap berada dalam posisi siaga penuh atau ready and on call untuk merespons cepat setiap potensi keadaan darurat.

Kesiapsiagaan personel, armada, dan peralatan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana, terutama apabila cuaca ekstrem memicu kejadian di wilayah Kota Tasikmalaya.


Editor : Ahmad Sayuti