Waspada Cuaca Ekstrem di Bogor, Pohon Tumbang hingga Longsor Berpotensi Terjadi

BPBD Kota Bogor mengingatkan warga mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi memicu pohon tumbang, kerusakan atap rumah, banjir lintasan, dan longsor.

Waspada Cuaca Ekstrem di Bogor, Pohon Tumbang hingga Longsor Berpotensi Terjadi
BPBD Kota Bogor mengingatkan warga mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi memicu pohon tumbang, kerusakan atap rumah, banjir lintasan, dan longsor.

INILAHKORAN.ID-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi Cuaca Ekstrem. Imbauan tersebut disampaikan menyusul hujan berintensitas tinggi yang disertai Angin Kencang dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut berisiko memicu sejumlah Bencana Hidrometeorologi, seperti pohon tumbang, kerusakan atap rumah, hingga tanah longsor di kawasan perbukitan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menuturkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menginformasikan adanya peningkatan fase curah hujan di wilayah Kota Bogor, mulai dari intensitas rendah, menengah, hingga tinggi.

"Karena itu masyarakat diimbau untuk lebih peka mengenali potensi bahaya di lingkungan masing-masing. Jika angin kencang dan Hujan Deras, risikonya adalah pohon tumbang atau atap rumah berterbangan. Untuk wilayah rawan perbukitan, ada potensi tanah longsor," ungkap Dimas, Senin (2/11/2026).

Dimas menjelaskan, selain longsor dan dampak angin kencang, karakteristik banjir di Kota Bogor juga berupa banjir lintasan. Genangan air biasanya akan surut dalam beberapa jam setelah hujan mereda.

Kendati demikian, warga tetap diminta aktif menjaga kebersihan saluran air agar kapasitas drainase tetap optimal.

BPBD Bagikan Imbauan Keselamatan

Sebagai langkah pencegahan, BPBD Kota Bogor memberikan sejumlah instruksi keselamatan bagi masyarakat. Pengendara diimbau tidak berteduh atau memarkirkan kendaraan di bawah pohon rindang saat hujan deras berlangsung.

Jika jarak pandang di jalan raya terbatas, pengendara disarankan menepi di lokasi yang aman.

Sementara itu, pejalan kaki diminta menghindari titik-titik perlindungan yang berpotensi roboh serta menjauhi area terbuka yang rawan tersambar petir.

Dimas menegaskan, kepedulian dan semangat gotong royong antarwarga menjadi salah satu kunci untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa.

39 Kelurahan Tangguh Bencana Telah Terbentuk

Untuk memaksimalkan respons di tingkat masyarakat, BPBD Kota Bogor terus memperkuat kesiapsiagaan melalui pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana).

Tercatat hingga Oktober 2026, sebanyak 39 Keltana telah terbentuk di seluruh wilayah Kota Bogor.

Dimas membeberkan, keberadaan Keltana dinilai krusial sebagai garda terdepan atau first responder ketika bencana terjadi. Kecepatan informasi yang disampaikan warga sangat menentukan efektivitas penanganan darurat oleh tim penyelamat.

"Jadi, teman-teman Keltana adalah first responder di lapangan. Penyampaian informasi yang cepat dan akurat di tingkat awal akan menentukan keberhasilan penanganan darurat. Selain bertindak saat krisis, Keltana juga dilibatkan secara aktif dalam menyebarkan edukasi mitigasi kepada masyarakat luas secara berkelanjutan," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana