BPN Akan Laporkan 13 Ribu Kesalahan Situng KPU
Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi berencana akan melaporkan temuan belasan ribu kesalahan entri data pada aplikasi Sistem Penghitungan Suara (Situng) KPU ke Bawaslu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta- Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi berencana akan melaporkan temuan belasan ribu kesalahan entri data pada aplikasi Sistem Penghitungan Suara (Situng) KPU ke Bawaslu.
"Insya Allah siang ini kami akan membawa bukti satu kardus berupa 2.500 lembar bukti kesalahan entry data Situng KPU," kata Sekretaris Relawan IT BPN, Dian Islamiati Fatwa, Kamis (2/5/2019).
Selama lima hari sejak 27 Maret- 1 Mei 2019 memverifikasi data-data yang sudah masuk ke Situng, Dian mengaku tim Relawan IT menemukan sebanyak 13.031 kesalahan entry data. Data tersebut diperoleh dari 225.818 TPS. Total kesalahan sebanyak 5.7 persen.
"Ada tiga kesalahan yang mereka temukan. Pertama, jumlah suara yang tercantum melebihi jumlah maksimal pemilih pada setiap TPS. Kedua, jumlah suara yang tercatat tidak sama dengan suara sah ditambah dengan suara tidak sah dan kertas suara tidak terpakai. Ketiga, Jumlah sah tidak sama dengan total perolehan suara sah dari kedua pasangan," tutur Dian.
"Ribuan kesalahan yang kami temukan menunjukkan sistem Situng KPU tidak bisa diandalkan dan menyesatkan. Batas kewajaran dalam system IT maksimal 0,1 persen. Sementara kami menemukan kesalahan antara 5-7 persen," tambah Dian.
Mencermati temuan Relawan IT BPN, Koordinator Gerakan Nasional Selamatkan Demokrasi (GNSD) DR M. Said Didu meminta agar Bawaslu segera turun tangan dan menghentikan Situng KPU.
"Agar tidak menimbulkan keresahan dan ketidakpercayaan publik yang meluas, Bawaslu harus segera menghentikan Situng KPU dan melakukan audit forensik oleh auditor independen," kata Said Didu. (inilah.com)
Editor : Bsafaat

