BPOM Sebut Uji Klinis Vaksin TBC di Indonesia Aman dan Penuh Manfaat

Kepala BPOM menegaskan bahwa pelaksanaan uji klinis vaksin tuberkulosis (TB) di Indonesia akan memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat.

BPOM Sebut Uji Klinis Vaksin TBC di Indonesia Aman dan Penuh Manfaat

INILAHKORAN - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menegaskan bahwa pelaksanaan uji klinis vaksin tuberkulosis (TB) di Indonesia akan memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat.

Ia menyebut vaksin ini sebagai salah satu langkah penting dalam menekan penyebaran penyakit mematikan tersebut.

Dilansir dari Antara, Kamis 15 Mei 2025, Taruna menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia akan menjadi yang pertama menerima manfaat dari vaksin TB tersebut.

Hal ini sangat krusial mengingat Indonesia masih menempati peringkat kedua tertinggi di dunia untuk kasus tuberkulosis, dengan estimasi lebih dari 1 juta kasus dan 125 ribu kematian sepanjang tahun 2023.

"Ini sangat dibutuhkan masyarakat kita karena manfaatnya sangat besar. Saya yakin banyak keuntungannya," ujar Taruna.

Lebih lanjut, Taruna menyebut vaksinasi ini bukan hanya menekan kasus TB biasa, tetapi juga berpotensi mencegah berkembangnya kasus TB yang resistan terhadap obat. TB resistan ini menjadi ancaman serius karena membutuhkan pengobatan yang lebih kompleks dan mahal.

Dari sisi keamanan, Taruna meyakinkan publik bahwa vaksin TB yang akan diuji telah melewati berbagai tahapan penting, termasuk uji preklinis, uji toksisitas, dan evaluasi keamanan berdasarkan standar internasional.

Berdasarkan hasil kajian ilmiah yang mendalam, BPOM telah resmi mengeluarkan izin uji klinis untuk vaksin tersebut. "Kami sudah keluarkan izin uji klinis berdasarkan landasan ilmiah yang kuat. Uji klinis ini dilakukan sesuai dengan standar saintifik global," jelasnya.


Editor : Firda Rachmawati