Dinkes Cimahi Ungkap 16 Warganya Positif Campak, Mayoritas Belum Divaksin

Dinkes Kota Cimahi mencatat 16 warganya positif campak dan mayoritas belum divaksin

Dinkes Cimahi Ungkap 16 Warganya Positif Campak, Mayoritas Belum Divaksin
Dinkes Kota Cimahi mencatat 16 warganya positif campak, dan 15 di antaranya belum divaksin.

INILAHKORAN.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi terus meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan menyusul munculnya kasus penyakit menular campak di wilayahnya. 

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 155 kasus suspek, namun berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, sebanyak 16 orang dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menjelaskan bahwa data kasus tersebut berasal dari laporan seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kota Cimahi

Ia menegaskan, tidak semua pasien yang terkonfirmasi positif merupakan penduduk asli Kota Cimahi, melainkan ada juga pasien yang berasal dari luar daerah namun menjalani perawatan di rumah sakit yang berlokasi di Cimahi.
 
"Dari 155 kasus suspek, yang dinyatakan positif ada 16 orang. Kabar baiknya, kondisi mereka saat ini sudah sembuh dan dinyatakan pulih," sebut Mulyati, Kamis (9/4/2026).
 
Kendati demikian, temuan ini menjadi sorotan serius karena dari 16 pasien positif tersebut, terungkap fakta bahwa 15 di antaranya belum pernah mendapatkan imunisasi campak atau vaksin MR (Measles-Rubella). 

"Ini menjadi indikator kuat bahwa kekebalan tubuh yang rendah akibat tidak divaksin menjadi faktor utama kerentanan terhadap penyakit ini," katanya.
 
Oleh karena itu, lanjut Mulyati, Dinkes Kota Cimahi mengimbau seluruh orang tua untuk segera memastikan anak-anak mereka mendapatkan vaksinasi lengkap. 

Sebab, menurutnya imunisasi menjadi cara paling efektif dan utama untuk mencegah penularan serta komplikasi penyakit campak.
 
"Imunisasi dasar diberikan pada usia bayi 9 bulan, kemudian dilanjutkan dengan dosis tambahan (booster) pada usia 18 bulan dan saat usia sekolah 5-7 tahun melalui program BIAS. Ini sangat penting untuk membentuk antibodi," tegasnya.
 
Meskipun terjadi kasus, Mulyati memastikan cakupan imunisasi di Kota Cimahi secara umum masih sangat baik. Pada tahun 2025 lalu, capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di kota ini sudah mencapai di atas 95 persen. 

"Layanan vaksinasi pun mudah diakses, mulai dari Puskesmas, rumah sakit, klinik, hingga praktik bidan mandiri," ucapnya.
 
Selain vaksinasi, sambung Mulyati, upaya pencegahan juga harus didukung dengan penerapan pola hidup bersih dan sehat. 

Ia menyebut, campak disebabkan oleh virus Morbillivirus yang sangat mudah menular melalui percikan air liur atau droplet saat batuk dan bersin.
 
"Kita juga harus menerapkan etika batuk, sering mencuci tangan, dan menjauhkan anak dari orang yang menunjukkan gejala demam serta ruam kulit," ujarnya.

"Kesadaran kolektif ini kuncinya agar penyebaran bisa segera dihentikan," pungkasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti