Kasus Campak Diklaim Turun, Dinkes Jabar Ungkap Sebabnya
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat mengklaim, kasus campak saat ini telah turun signifikan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat mengklaim, kasus campak saat ini telah turun signifikan.
Namun meski demikian, Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi justru menyoroti penyebab lonjakan kasus campak. Acuh tak acuh masyarakat terhadap imunisasi campak, dinilainya akan kembali membuat lonjakan kasus.
"Kasus menurun secara signifikan, tapi intinya bukan penurunannya. Kalau enggak diimunisasi, maka tahun-tahun yang akan datang akan tetap campak itu berulang meningkat," ujar Vini saat ditemui di Kantor DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin (4/5/2026).
Disinggung soal Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus campak di Cirebon, Vini memastikan telah tertangani dengan baik.
"Sudah, itu termasuk yang di minggu 13-14 (2026) kemarin," katanya.
Selain di Jabar, kasus campak kata dia, juga terjadi dan telah menurun secara nasional. Penurunan ini tak lain karena akselerasi Program Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign (CUC) sejak tahun lalu.
"Termasuk didalamnya (program) Imunisasi Kejar. Yaitu imunisasi bagi anak-anak yang tidak dilakukan atau belum pernah mendapatkan imunisasi," ucapnya.
Sementara mengenai akselerasi ORI di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut. Ia menegaskan, untuk Garut telah tuntas.
"Untuk Garut, harusnya sudah selesai," ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov Jabar bersama kabupaten/kota mengakselerasi ORI dengan menyasar seluruh anak usia 9 hingga 59 bulan tanpa mempersoalkan riwayat vaksinasi sebelumnya. Tujuannya jelas, memutus transmisi virus secepat mungkin di wilayah yang sudah menunjukkan lonjakan kasus.
Pelaksanaan ORI pada April 2026, yakni Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut. Penetapan ini berbasis pada tren peningkatan kasus yang terdeteksi hingga 19 Maret 2026.
Langkah ini bukan yang pertama, Kabupaten Garut bahkan sudah lebih dulu menjalankan ORI pada Februari 2026 di sejumlah puskesmas, yakni Cimaragas, Bagendit, dan Cibiuk, indikasi bahwa wilayah ini menjadi salah satu titik merah penyebaran.
Di saat yang sama, Dinkes Jabar juga menggenjot Catch Up Campaign (CUC) atau imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak rubella (MR) secara lengkap. Delapan daerah kini menjadi arena percepatan, meliputi Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Subang.***
Editor : JakaPermana

