Kasus Penyakit Kusta di Karawang Naik, Dinkes Berikan Layanan Gratis
Pemkab Karawang terus berupaya menekan penularan penyakit kusta dengan menggencarkan deteksi dini penyakit kusta di seluruh Puskesmas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID- Penderita Penyakit Kusta di Kabupaten Karawang mengalami kenaikan. Tahun 2024 hanya 168 kasus naik menjadi 226 kasus di tahun 2025. Mirisnya, penderita Penyakit Kusta tidak hanya orang dewasa, namun sudah menular ke anak - anak.
Pemkab Karawang terus berupaya menekan penularan Penyakit Kusta dengan menggencarkan deteksi dini Penyakit Kusta di seluruh Puskesmas dan memberikan layanan kesehatan gratis bagi penderita Penyakit Kusta.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang, Yayuk Sri Rahayu mengatakan memang terjadi kenaikan kasus penderita kusta di Karawang. Tahun 2024 168 kasus naik menjadi 226 kasus tahun 2025. Tahun ini pihaknya akan menekan jumlah tersebut agar bisa turun.
"Setiap layanan kesehatan di setiap kecamatan harus mendeteksi secara dini Penyakit Kusta yang ada disekitar wilayahnya. Kami juga memberikan layanan kesehatan secara gratis bagi penderita kusta. Ini kami lakukan agar bisa menekan jumlah kasus penderita kusta," kata Yayuk, Minggu (12/4/26).
Menurut Yayuk mayoritas penderita kusta kebanyakan orang tua. Namun belakangan Penyakit Kusta juga diderita oleh anak - anak. Tahun 2025 penderita kusta anak - anak mencapai 15 orang. Oleh karena itu Dinkes Karawang saat ini aktif memberikan edukasi ke masyarakat untuk menghapus stigma Penyakit Kusta. " Harus cepat berobat tanpa harus malu karena ini penyakit yang bisa disembuhkan secara total apabila ditangani dengan cepat," katanya.
Yayuk mengatakan kusta merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan dapat disembuhkan. Gejala awal kusta biasanya ditandai dengan munculnya bercak putih atau kemerahan pada kulit yanh tidak gatal. Setelah itu disertai dengan mati rasa atau baal. Kusta merupakan penyakit menular yang dapat menyebar melalui percikan cairan pernapasan atau droplet. Bisa juga karena kontak fisik yang cukup lama dengan penderitanya.
Dinkes Karawang selalu memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa Penyakit Kusta bukan penyakit akibat kutukan. Tapi merupakan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri. " Ada anggapan mistis seperti itu namun kami selalu melakukan edukasi ke masyarakat," katanya.
Dengan melakukan edukasi diharapkan stigma masyarakat terhadap penderita kusta bisa terhapus. Jika menemukan gejala seperti Penyakit Kusta masyarakat agar segera diperiksa. Penanganan yang cepat bisa menyembuhkan Penyakit Kusta secara total. Jika sampai terlambat tidak hanya beresiko menyebabkan cacat tetapi juga memicu diskriminasi sosial.***
Editor : JakaPermana

