Mentan Amran Sidak Sawah Karawang, Pompanisasi Didorong untuk 3 Kali Tanam
Mentan Amran Sulaiman mengecek pompanisasi sawah di Karawang untuk memastikan petani tetap menanam saat kemarau dan mendorong IP menjadi tiga kali.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke areal persawahan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (31/8/2026).
Sidak dilakukan untuk memastikan Petani tetap dapat menanam dan memproduksi Padi meski menghadapi Musim Kemarau.
Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran mengecek langsung kondisi lahan, ketersediaan sumber air, hingga pemasangan dan pemanfaatan pompa untuk mengairi sawah.
Dari hasil pengecekan, Amran menemukan sejumlah sumber air di sekitar persawahan masih tersedia bahkan melimpah. Namun, sebagian lahan belum mendapatkan aliran air secara optimal.
"Kami sidak. Melihat langsung apa benar pompa sudah dipasang. Apa benar yang kekeringan ini sudah dipasang pompa, ternyata benar (pompa sudah dipasang)," kata Amran di Karawang.
Menurutnya, kondisi tersebut harus segera ditindaklanjuti agar sumber air yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan Pertanian.
"Ada dua, kita kirim pompa karena kekeringan. Ada juga karena tidak bisa tanam seperti sekarang. Ada air, air melimpah, tetapi di sini tidak bisa tanam. Hari ini kita bisa tanam, sebelah sudah tanam," ujarnya.
Amran mengatakan pengecekan langsung ke lapangan penting dilakukan untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai target.
Ia menegaskan bantuan dan program yang diberikan pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh Petani.
"Makanya terima kasih kepada jajaran. Kita cek langsung, jangan dicek dari Jakarta," tegasnya.
Dorong Sawah Bisa Tanam Tiga Kali
Mentan Amran menjelaskan, optimalisasi sumber air melalui program Pompanisasi menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menjaga lahan Pertanian tetap produktif sepanjang tahun.
Pemerintah menargetkan lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami dua kali dalam setahun bisa ditingkatkan menjadi tiga kali tanam.
"Ini harus kita resonansikan ke seluruh Indonesia. Dulu tanam dua kali, bisa tiga kali. Nanti kita sisir seluruh Jawa dan luar Jawa. Kita sisir semua yang ada sumber air, kita pasangkan pompa," kata Amran.
Karawang menjadi salah satu wilayah yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) sekaligus produksi Padi.
Dengan optimalisasi pengairan, lahan yang sebelumnya hanya mampu ditanami dua kali diharapkan dapat dimanfaatkan untuk tiga musim tanam.
Di lokasi yang dikunjungi Mentan, luas areal yang berpotensi dioptimalkan mencapai sekitar 3.000 hektare.
Peningkatan frekuensi tanam tersebut dinilai dapat memberikan dampak langsung terhadap pendapatan Petani sekaligus memperkuat produksi pangan nasional.
Produktivitas Padi Berpotensi Naik
Selain meningkatkan indeks pertanaman, Amran juga melihat peluang peningkatan produktivitas Padi di Karawang.
Saat ini produktivitas Padi Petani di lokasi tersebut berada di kisaran tujuh ton per hektare. Namun, angka tersebut dinilai masih dapat ditingkatkan melalui penerapan metode budidaya yang lebih baik.
"Produksinya Petani tujuh ton. Ini bisa naik 12 ton, 11 ton dengan metode baru," ujarnya.
Amran menilai Musim Kemarau tidak selalu menjadi hambatan bagi produksi Padi selama kebutuhan air tanaman dapat dipenuhi.
Bahkan, menurutnya, pertanaman pada musim kering berpotensi menghasilkan produktivitas tinggi karena kondisi pencahayaan yang mendukung proses fotosintesis.
"Ini ditanami di saat musim kering. Bahkan kalau ditanami musim kering, itu produksinya bisa 10 ton, bisa 9 ton per hektare. Kenapa? Fotosintesis itu penuh," katanya.
100 Ribu Pompa Tambah 2,8 Juta Ton Gabah
Mentan Amran mengungkapkan, program Pompanisasi yang telah dilakukan pemerintah sebelumnya memberikan dampak terhadap peningkatan produksi Padi di Pulau Jawa.
Pemerintah sebelumnya memasang sekitar 100 ribu pompa untuk mengoptimalkan sumber air bagi lahan Pertanian.
Menurut Amran, program tersebut berkontribusi terhadap tambahan produksi sekitar 2,8 juta ton gabah di Pulau Jawa.
"Dulu kita pasangkan pompa kurang lebih 100 ribu. Hasilnya adalah meningkat untuk Jawa saja 2,8 juta ton gabah. Hampir tiga juta ton," jelasnya.
Karena itu, Kementerian Pertanian akan terus menyisir wilayah yang memiliki sumber air tetapi belum dimanfaatkan secara optimal untuk Pertanian.
Program Pompanisasi akan diperkuat baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa untuk memastikan lahan Pertanian tetap produktif selama Musim Kemarau.
Amran juga mengapresiasi kolaborasi antara Kementerian Pertanian dengan Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, TNI, Polri serta jajaran teknis di lapangan dalam mempercepat optimalisasi pengelolaan air untuk Pertanian.
"Saya mau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dirjen SDA, luar biasa, Pak Menteri PU. Saya kagum pada Dirjen SDA. Terima kasih, ini adalah putra terbaik bangsa," ujar Amran.***
Editor : JakaPermana

