Hasil Uji Lab, Butiran Minyak Tidak Identik Milik Pertamina

Pertamina menegaskan butiran minyak yang tersebar di Pantai Karawang bukan milik mereka setelah dilakukan uji lab

Hasil Uji Lab, Butiran Minyak Tidak Identik Milik Pertamina
Manajemen Pertamina Saat menyampaikan hasil uji lab soal butiran minyak yang berserak di pantai Karawang

INILAHKORAN.ID - PT. Pertamina Hulu Energi Offshore Nort West Java (PHE ONWJ) memastikan butiran minyak hitam kecoklatan yang tersebar di pantai Karawang dipastikan bukan milik Pertamina
Alasannya setelah dilakukan pengecekan tidak ditemukan adanya anomali dalam kegiatan operasi dan produksi di fasilitas perusahaan. Artinya Pertamina memastikan jika butiran minyak yang ditemukan warga di pantai Cemara Jaya, Karawang bukan miliknya.

General Manager PHE ONWJ, Wirdan Arifin mengatakan pada prinsipnya PHE ONWJ berkomitmen untuk senantiasa menjaga keandalan operasj yang mengutamakan keselamatan lingkungan dan masyarakat dj sekitar operasi. Terkait dengan butiran minyak tidak ditemukan anomali pada produksi. Hal itu juga didukung pengecekan dengan kapal lait, drone udara serta helikopter yang dilakukan perusahaan. 

"Kami sudah melakukan pengecekan menggunakan semua fasilitas yang kami punya," kata Wirdan Arifin, Rabu (2/9/26).

Menurut Wirdan, PHE ONWJ sebelumnya sudah mengambil sampel butiran minyam di lokasi pantai Cemara Jaya dan pantai Sedari 26 Agustus lalu di saksikan aparatur desa setempat. Hasil sampel itu kemudian dikirim ke pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk pengujian sidik jari minyak (oil fingerprinting). 

"Hasil sampel yang keluar 31 Agustus membuktikan sampel tidak identik dengan karakter minyak PHE ONWJ," katanya.

Selain itu berdasarkan pemodelan pergerakan tumpahan (back tracking) motum selama kurun waktu 7 hari dengan asumsu jenis minyak mentah ringan (light crude), sumber minyak diperkirakan mengarah dari arah tenggara lokasi temuan yang bukan merupakan wilayah operasi kerja PHE ONWJ. 

"Arahnya sudah berbeda dengan lokasi kami," katanya.

Kendati demikian sebagai bentuk tanggungjawab sosial dan dukungan lingkungan, perusahaan telah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemdes Sedari, Pemdes Cemara Jaya dan Forum KKPMP Karawang untuk membersihkan area pesisir yang terdampak.

"Walaupun hasil uji lab tidak identik dengan milik kita, namun kami telah bergerak melakukan pembersihan, bergotong royong dengan masyarakat membersihkan butiran minyak di pantai. Seluruh material dan tanah yang terkontaminasi telah diangkut seluruhnya dan selanjutnya dikelola pihak ketiga pengolah limbah B3 berizin sesuai prosedur dan standar lingkungan yang berlaku," katanya.

Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Karawang, Dedy Indra, mendorong rencana pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut temuan butiran minyak secara lebih menyeluruh. Tim tersebut nantinya akan dikordinasikan oleh DLH Kabupaten Karawang dengan melibatkan perwakilan nelayan.

"Harus dibikin tim investigasi independen. Nanti DLH yang mengepalai dan perwakilan nelayan juga harus disertakan," kata Dedy Indra.

Menurut Dedy Indra, sejumlah organisasi atau kelompok nelayan seperti HSNI, KNTI serta forum nelayan.lainnya dapat dilibatkan dalam tim tersebut. Dedy juga membuka kemungkinan keterlibatan akademisi maupun ahli jika dibutuhkan untuk membantu proses investigasi. 

"Kalau memang dibutuhkan akademisi atau ahli ya silahkan, kami tidak membatasi," katanya.  


Editor : Ahmad Sayuti