Meski Selat Hormuz akan Dibuka Indonesia akan Tetap Impor Minyak Mentah dari Rusia

Indonesia akan tetap impor minyak mentah meski Selat Hormuz kabarnya kini akan dibuka.

Meski Selat Hormuz akan Dibuka Indonesia akan Tetap Impor Minyak Mentah dari Rusia
Ilustrasi Selat Hormuz.

INILAHKORAN, Bandung - Konflik Iran dan Amerika Serikat nampaknya akan segera mereda karena Selat Hormuz kabarnya akan dibuka kembali.

Tentu saja kabar ini bisa berpengaruh pada harga minyak dunia yang bisa turun usai Selat Hormuz kembali di buka.

Meski demikian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Indonesia tetap melanjutkan proses impor minyak mentah dari Rusia.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan pengadaan minyak mentah dari Rusia masih berjalan dan menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat cadangan energi nasional.

"Kemarin sempat ada rencana untuk membuka jalur Selat Hormuz, dan kemudian ini masih sangat dinamis sekali," kata Dwi.

"Yang pasti arahan Presiden jelas untuk tetap memperkuat cadangan energi nasional kita dengan beragam cara, termasuk salah satunya adalah impor crude dari Rusia. Ini masih tetap akan berjalan, masih tetap dalam proses," tutur Dwi.

Dwi menyatakan, selain dari Rusia pemerintah juga mengupayakan pengadaan minyak dari berbagai negara lain. 

Menurut Dwi langkah tersebut merupakan bagian dari strategi diversifikasi sumber pasokan energi yang telah dijalankan sebelumnya sesuai arahan Presiden dan Menteri ESDM.

"Kita juga mengambil dari negara-negara di Afrika, ada dari Nigeria, Angola, dan juga dari Amerika," terangnya.

Dia melanjutkan, "apapun upaya, apapun dan dari mana pun sumbernya pasti akan diupayakan agar bisa memperkuat kondisi stok energi nasional kita."***


Editor : Irma Nurfajri