Ribuan Rumah di Tiga Kecamatan di Kabupaten Bandung Terendam Banjir

Hujan deras yang terjadi sejak Jumat 10/04/2026 kemarin, menyebabkan ribuan rumah dan akses jalan dibeberapa kecamatan di Kabupaten Bandung terendam banjir.

Ribuan Rumah di Tiga Kecamatan di Kabupaten Bandung Terendam Banjir
Hujan deras yang terjadi sejak Jumat 10/04/2026 kemarin, menyebabkan ribuan rumah dan akses jalan dibeberapa kecamatan di Kabupaten Bandung terendam banjir.

INILAHKORAN.ID- Hujan deras yang terjadi sejak Jumat 10/04/2026 kemarin, menyebabkan ribuan rumah dan akses jalan dibeberapa kecamatan di Kabupaten Bandung terendam Banjir akibat luapan Sungai Citarum dan anak-anak sungainya. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Beny Sonjaya mengatakan, Banjir terjadi di kecamatan Bojongsoang, Baleendah, Dayeuhkolot, hingga Sabtu 11/04/2026 siang, genangan air masih terlihat dipemukiman dan beberapa ruas jalan, termasuk di Jalan Raya Dayeuhkolot depan Masjid Asofia, genangan air setinggi kurang lebih 70 sentimeter masih ada. Akibatnya, arus lalu lintas terhambat dan dialihkan melalui beberapa jalan alternatif.

"Cuaca ekstrem yang menyebabkan hujan deras masih terus terjadi diwilayah Bandung Raya. Termasuk diwilayah hulu Citarum pun curah hujan masih tinggi sehingga air dari Sungai Citarum meluap dan masuk kepemukiman penduduk," kata Beny melalui pesan WhatApps, Minggu (12/04/2026).

Akibatnya, ribuan rumah di tiga kecamatan ini terendam Banjir dengan ketinggian antara 20 hingga 1 meter lebih. Warga yang rumahnya terendam Banjir ini sebagian masih bertahan dirumah masing-masing dan sebagian mengungsi dibeberapa tempat pengungsian yang disediakan oleh pemerintah, namun ada juga yang mengungsi ke rumah-rumah sanak saudara dan kerabatnya.

" Sejak Jumat malam kemarin, kami terus berkoodinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa. Kami juga bersama instansi lain serta para relawan terus melakukan pendataan serta membantu masyarakat yang memerlukan pertolongan," ujar Beny.

Menurut Beny, saat ini warga yang terdampak Banjir membutuhkan makanan siap saji, selimut, pakaian kering, alat kebersihan, troli pengangkut barang dan karung untuk menahan laju air. Hingga saat ini, kondisi Jalan Raya Dayeuhkolot khususnya di depan Masjid Asofia dan sekitarnya masih digenanngi air dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter. Sedangkan disebagian pemukiman, air terpantau mulai surut.

" Kami juga terus menyusuri pemukiman penduduk untuk melakukan evakuasi serta memastikan warga yang tidak mengungsi dalam keadaan aman. Kebutuhan warga juga mulai kami distribusikan dibeberapa pengungsian dan pemukiman" katanya.

Ade Mahmudin (47) salah seorang warga Leuwibangung kecamatan Dayeuhkolot mengatakan, rumah  ia dan warga lainnya mulai digenangan air sejak Jumat malam. Hujan deras yang tak kunjung berhenti membuat air setinggi kurang lebih 1 meter masuk ke rumah mereka. Mereka pun bergegas menyelamatkan berbagai barang berharga serta surat-surat penting miliknya agar tidak rusak teredam air.

" Karena air datangnya bertahap, jadi kami sempat menyelamatkan surat-surat penting seperti ijasah dan lainnya. Tapi kalau seperti kursi, kasur, lemari berisi pakain sih yah terendam tak sempat kami selamatkan. Makanya sekarang kami sangat membutuhkan bantuan berupa pakaian, makanan dan lainnya," kata Ade.

Yuli Yulianti (39) salah seorang warga Kampung Bolero Dayeuhkolot mengaku terpaksa menyimpan berbagai barang berharga serta surat-surat penting dilangit-langit rumahnya. Karena,air sejak Jumat malam terus masuk ke dalam rumahnya yang memang berada dipinggir Sungai Citarum. Ia dan keluarganya tidak mengungsi, karena mereka telah mengubah sebagian langit-langit rumahnya menjadi tempat mengungsi jika keadaan darurat.

" Diam diatap atau langit-langit rumah saja enggak bisa kemana-mana karena dibawah air masih lumayan genangannya sekitar 70 sentimeter, " katanya. ***


Editor : JakaPermana